Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Kerukunan Keluarga Muna Kadia (KKMK) kembali menata kepengurusan setelah lebih dari empat dekade menjadi wadah warga Muna di Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Kepengurusan baru periode 2026-2030 dilantik dan dikukuhkan di kediaman H. La Ora, S.Pd., M.Pd., Sabtu (29/8/2026) pagi.

Setidaknya 200 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas tokoh masyarakat, orang tua santri, jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, generasi muda, serta santri Masjid Khadiatul Munawarah.”.

Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, hadir bersama istrinya, Rika Purwaningsih Darwin. Camat Kadia, sejumlah Lurah, tokoh masyarakat, dan Mantan Rektor UHO, Prof. Dr. Zamrun juga tampak hadir.

Dalam pelantikan itu, La Ode Darwin mengukuhkan Dr. Ir. H. La Ode Ngkoimani sebagai Ketua KKMK dan Muhamad Rahmat Hidayatullah, S.IP., sebagai sekretaris. Keduanya akan memimpin organisasi bersama 15 bidang dan jajaran pengurus lainnya hingga 2030.

La Ode Darwin mengingatkan agar KKMK dan KKMM tidak dipandang sebagai organisasi yang dibentuk untuk kepentingan politik.

Menurutnya, kerukunan masyarakat Muna seharusnya menjadi tempat warga saling membantu dan menguatkan, terutama ketika menghadapi persoalan sosial.

“Ini wadah yang positif. Saya menyayangkan kalau masih ada yang berpikiran sempit dan mengatakan ini ada kepentingan politik,” kata Darwin.

Ia berharap KKMK bisa menjadi rumah bersama bagi masyarakat Muna di Kota Kendari. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga organisasi yang hadir ketika warga membutuhkan bantuan.

Darwin menyebut salah satu fasilitas yang akan didorong adalah ambulans.

“Saya akan adakan ambulans. Kita mulai satu unit, kemudian berkembang menjadi dua atau tiga unit,” ujarnya.

Selain ambulans, KKMM juga akan membantu menyediakan perlengkapan kegiatan masyarakat, seperti tenda, kursi, peralatan acara, dan sound system.

Baca Juga  475 Warga Kelurahan Gunung Jati Terima Bantuan Pangan

“Cukup datang ke KKMK, ke sekretariat kita,” katanya.

Sebagai dukungan awal, Darwin menyerahkan bantuan 100 kursi untuk digunakan KKMK Kadia.

Di hadapan pengurus dan warga Muna yang hadir, Darwin mengatakan tantangan KKMK ke depan bukan hanya menjalankan program organisasi.

Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kerukunan.

“Tugas kita memulihkan kepercayaan orang Muna terhadap lembaga ini,” tegasnya.

Darwin berharap KKMK dapat menjadi tempat warga menyatukan sikap ketika ada persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat Muna.

Ia mengingatkan, kekuatan organisasi sangat bergantung pada persatuan anggotanya.

“Kalau kita satu, kita kuat. Tapi kalau berbeda-beda, kita tidak kuat,” katanya.

Ketua KKMK yang baru dilantik, Dr. Ir. H. La Ode Ngkoimani, menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para pendahulu dan seluruh warga yang selama ini ikut mempertahankan KKMK.

Ngkoimani mengajak pengurus dan anggota untuk tidak melupakan jasa orang-orang yang telah lebih dulu membangun kerukunan masyarakat Muna di Kadia.

Ia juga meminta seluruh pengurus ikut bekerja, bukan hanya mengandalkan ketua dan sekretaris.

“Usia KKMK sudah 40 tahun, sangat sudah lama,” ujarnya.

Namun berdasarkan sejarah yang disampaikan panitia, KKMK telah dirintis sejak 1980 atau sekitar 45 tahun lalu.

Salah satu langkah awal kepengurusan baru adalah membenahi data anggota. Pengurus akan mendata kembali warga Muna di Kecamatan Kadia yang belum terhimpun dalam organisasi.

“Kami masih akan melakukan perbaikan apabila masih ada warga yang belum masuk,” katanya.

Ngkoimani mengatakan KKMK tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

Sejumlah program telah diarahkan, termasuk pengembangan Masjid Kadiatul Munawarah, kegiatan tahfiz, dan pembinaan para penghafal Al-Qur’an.

Baca Juga  Komdigi Tindak Lanjut Kasus Situs Judi Online, Audit Sistem Kontrol

Ia juga ingin KKMK ikut memperhatikan persoalan pendidikan warga Muna.

Menurutnya, perlu ada koordinasi dengan pemerintah daerah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan sekolah.

“Jangan sampai ada warga Muna yang putus sekolah karena tidak mampu,” ujarnya.

Ngkoimani menegaskan, keberadaan KKMK tidak dimaksudkan untuk memisahkan masyarakat Muna dari kelompok masyarakat lainnya.

“Meski hanya paguyuban sederhana, kita merupakan bagian dari Negara Republik Indonesia yang tidak terpisahkan,” katanya.

Ia juga menyebut Bupati Muna dan Bupati Muna Barat memiliki peran penting dalam pembinaan masyarakat Muna.

“Dari manapun kita di Muna, mereka adalah pelindung. Meskipun sudah asimilasi kawin-kawin, namun kita tetap merupakan masyarakat Muna,” ujarnya.

Ketua panitia pelantikan, Dra. La Ode Basri, M.Si., menjelaskan bahwa KKMK lahir dari kebutuhan warga Muna di Kecamatan Kadia untuk memiliki wadah bersama.

Gagasan itu mulai dirintis sekitar 1980 oleh sejumlah tokoh dan orang tua Muna.

Saat itu, kegiatan kerukunan lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan sosial warga, seperti membantu keluarga yang menggelar hajatan, mengalami musibah kematian, atau melaksanakan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Sejumlah orang tua ini bersepakat membentuk sebuah wadah organisasi kerukunan yang berupaya menggalang kebersamaan,” jelas La Ode Basri.

Setelah berjalan puluhan tahun, masyarakat kemudian mendorong adanya pembenahan kepengurusan.

Masukan tersebut dibahas dalam pertemuan pada 21 Maret 2026. Hasilnya, kepengurusan baru dibentuk dan dilantik pada Sabtu pagi itu.

Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepengurusan lama yang telah berjalan sejak era 1980-an hingga 2026.

Menurut Basri, pengukuhan pengurus baru diperlukan agar KKMK memiliki struktur yang jelas dan dapat menjalankan program secara lebih terarah.

Masjid Kadiatul Munawarah menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan masyarakat Muna di Kadia.

Baca Juga  Lantik Amir Hasan Jadi Sekda Ini Pesan Wali Kota Kendari

Masjid itu dibangun melalui gotong royong warga Muna dan dalam perkembangannya mendapat dukungan dari masyarakat Sulawesi Tenggara.

Puluhan santri Masjid Kadiatul Munawarah turut hadir dalam pelantikan KKMK.

Pembina KKMK Kadia, Drs. La Ora, M.Pd., mengatakan sejak awal organisasi tersebut diarahkan untuk membantu warga Muna yang membutuhkan.

Menurutnya, pembangunan masjid bukan hanya soal menyediakan tempat ibadah, tetapi juga menyiapkan ruang pembinaan bagi generasi muda.

Ia mengenang almarhum Haji La Runa, mantan pejabat Departemen Agama di Muna, yang menghibahkan tanah untuk pembangunan masjid tersebut.

“Tujuan kami selama ini membangun masjid tempat ibadah Kadiatul Munawarah. Kami berupaya agar masjid yang kami bangun bisa menjadi wadah bagi generasi bangsa,” ujarnya.

La Ora berharap pengurus baru dapat menjaga nama baik KKMK dan memastikan organisasi tetap memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mendorong KKMK ikut mendukung pembangunan di Kota Kendari, Muna, dan Muna Barat.

Pelantikan KKMK Kadia bukan hanya pergantian nama dalam struktur organisasi.

Di depan pengurus baru, ada tugas untuk membuktikan bahwa kerukunan benar-benar hadir dalam kehidupan warga.

Mulai dari memperbaiki data anggota, memperkuat pelayanan sosial, membantu pendidikan, mengembangkan kegiatan keagamaan, hingga menjaga hubungan masyarakat Muna di tengah kehidupan Kota Kendari yang terus berkembang.

Setelah berjalan sekitar 45 tahun, KKMK kini kembali mendapat kepercayaan untuk melanjutkan perjalanan.

Pesan La Ode Darwin menjadi pengingat bagi seluruh pengurus dan anggota:

“Kalau kita satu, kita kuat. Tapi kalau berbeda-beda, kita tidak kuat.”

Bagi KKMK, kalimat itu bukan sekadar slogan. Persatuan akan menjadi modal utama untuk menjalankan organisasi selama lima tahun ke depan.

Laporan: Novrizal R Topa

Visited 5 times, 5 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow