KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Gerakan pengelolaan sampah mulai diperkuat dari lingkungan sekolah. SDN 16 Kendari mengajak seluruh guru dan siswa ikut mengumpulkan serta memilah sampah anorganik sebagai tindak lanjut Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala SDN 16 Kendari Rahmat Munabar, saat menjadi Pembina Upacara Bendera yang digelar di lapangan sekolah, Jalan Osumetundu, Senin (24/8/2026).
Rahmat menjelaskan, khusus guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), diwajibkan mengumpulkan dan menyetorkan sedikitnya 2 kilogram sampah anorganik bersih setiap bulan. Pengumpulan dilakukan secara terpusat melalui sekolah setiap tanggal 21 untuk selanjutnya diteruskan ke Bank Sampah Pemerintah Kota Kendari.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan sekolah. Selain memenuhi kewajiban ASN, pemilahan sampah diharapkan membentuk kebiasaan positif bagi siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Para wali kelas diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Anak-anak juga kami minta tidak membuang sampah sembarangan dan bisa mengumpulkan botol atau wadah plastik bekas yang sudah dicuci bersih untuk diserahkan kepada wali kelas,” ujar Rahmat.
Ia menekankan, sampah anorganik yang dikumpulkan harus dalam kondisi bersih sehingga lebih mudah dikelola dan memiliki nilai manfaat ketika disetorkan melalui bank sampah.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan Pemerintah Kota Kendari dalam mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir serta membangun kesadaran memilah sampah sejak dari sumbernya.
Selain menyampaikan mengenai pengelolaan sampah, Rahmat juga mengevaluasi pelaksanaan upacara bendera yang diikuti seluruh siswa, guru dan tenaga kependidikan.
Pada upacara tersebut, siswa kelas 4B dipercaya menjadi petugas. Alfauzan Ramadhan bertindak sebagai pemimpin upacara dan memimpin jalannya kegiatan dengan tertib.
Rahmat mengapresiasi para siswa yang telah menjalankan tugas. Namun, ia meminta kualitas kedisiplinan, ketertiban barisan dan kerapian terus ditingkatkan pada pelaksanaan upacara berikutnya.
Tak hanya kedisiplinan dan kebersihan, perhatian sekolah juga diarahkan pada penguatan kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Pramuka.
Rahmat menyoroti masih rendahnya partisipasi siswa kelas 4 dalam kegiatan Pramuka. Padahal, kegiatan tersebut merupakan ekstrakurikuler wajib bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6.
Ia meminta para wali kelas segera mendorong dan memobilisasi siswa untuk aktif mengikuti latihan Pramuka. Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai persiapan menghadapi berbagai perlombaan sekaligus membentuk karakter disiplin, mandiri dan bertanggung jawab.
Penulis: Sumarlin



