Penulis : Redaksi

JAKARTA, MITRANUSANTARA.ID – Perkumpulan Pelaut dan Pekerja Perikanan Indonesia (KP3I) terus mendorong penguatan kompetensi pelaut dan pekerja perikanan Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, sekaligus memperkuat posisi pekerja dalam hubungan industrial.

Ketua KP3I Moh. Sumardi, S.Pi., M.T., mengatakan pengembangan kompetensi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis pekerja. Menurutnya, akses terhadap pendidikan, pelatihan kejuruan, pemagangan berkualitas, serta keterlibatan organisasi pekerja dalam tata kelola pengembangan keterampilan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan tenaga kerja sektor pelaut dan perikanan.

“Penguatan kompetensi harus membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaut dan pekerja perikanan untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pada saat yang sama, pekerja juga perlu dilibatkan dalam proses pengembangan sistem keterampilan,” ujar Sumardi.

Pendidikan dan Pelatihan Harus Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja

KP3I memandang peningkatan akses pendidikan dan pelatihan merupakan fondasi penting dalam membangun tenaga kerja pelaut dan perikanan yang kompeten, profesional, serta mampu menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Dalam pengembangan kompetensi, KP3I mendorong keterlibatan berbagai mitra sosial, termasuk pemerintah, organisasi pengusaha, dan organisasi pekerja. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebijakan pengembangan keterampilan tidak hanya disusun dari satu perspektif, tetapi mampu menjawab kebutuhan pekerja dan dunia usaha secara seimbang.

Sumardi menilai kesempatan untuk belajar juga perlu diberikan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Siska Karina Imran Belajar dari Pekanbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD di Sela Rakernas APEKSI

“Pengembangan keterampilan merupakan proses sepanjang hayat. Karena itu, pelaut dan pekerja perikanan harus memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, tuntutan industri, dan perubahan dunia kerja,” jelasnya.

Menurut KP3I, keterlibatan perwakilan pengusaha dan pekerja dalam tata kelola sistem keterampilan, pemagangan, serta pembelajaran menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif.

Dorong Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan

Di tingkat organisasi, KP3I mendorong kebijakan negara di bidang pendidikan dan pelatihan agar semakin memberikan ruang bagi peningkatan kualitas pekerja sektor pelaut dan perikanan.

Agenda pembelajaran juga diharapkan dapat terintegrasi dengan fungsi organisasi pekerja lainnya. Pelembagaan pembelajaran bersama pengusaha serta peningkatan aktivitas dan representasi keanggotaan menjadi bagian dari langkah yang terus didorong.

Bagi KP3I, peningkatan kompetensi memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kemampuan individu.

Pekerja dengan keterampilan yang lebih baik berpeluang meningkatkan produktivitas, memperbaiki kondisi kerja, serta memperkuat posisi kolektif pekerja dalam hubungan industrial, termasuk dalam proses perundingan bersama dan negosiasi upah.

“Pekerja yang kompeten bukan hanya memberikan manfaat bagi perusahaan melalui peningkatan produktivitas, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dalam memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik,” kata Sumardi.

Pemagangan Berkualitas Jadi Perhatian

KP3I juga menempatkan pemagangan sebagai salah satu instrumen penting dalam pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga  Disperindag Sultra Berperan Penting Tangani Kemiskinan Ekstrim dan Stunting

Program pemagangan yang berkualitas dinilai dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Karena itu, organisasi pekerja dapat mengambil peran melalui pemberian informasi dan pendampingan kepada peserta pemagangan, memperjuangkan hak-hak peserta, serta mewakili kepentingan mereka dalam proses negosiasi.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan peran organisasi pekerja kepada generasi baru tenaga kerja.

KP3I berpandangan bahwa keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan produktivitas dapat mendorong tumbuhnya budaya belajar di lingkungan perusahaan. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan meningkatkan investasi perusahaan terhadap pendidikan, pelatihan, dan program pemagangan yang berkualitas.

Perkuat Keterlibatan dalam Sistem Keterampilan Nasional

KP3I juga menyoroti pentingnya keterwakilan organisasi pekerja dalam lembaga pemerintah maupun nonpemerintah yang berkaitan dengan pengembangan sistem keterampilan nasional.

Keterlibatan tersebut antara lain mencakup penyusunan standar minimum bagi pelatih dan materi pelatihan, pembentukan program kualifikasi nasional, pengembangan rencana pendidikan teknis dan keterampilan nasional, hingga penyesuaian serta persetujuan terhadap standar penilaian keterampilan.

“Organisasi pekerja harus hadir dalam proses pengembangan keterampilan. Dengan keterlibatan tersebut, kebutuhan dan kepentingan pekerja dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyusunan kebijakan maupun standar keterampilan,” ungkap Sumardi.

Meski demikian, KP3I menyadari masih terdapat sejumlah tantangan. Keterlibatan organisasi pekerja dalam pengembangan keterampilan belum merata dan tingkat komitmennya dapat berfluktuasi karena adanya berbagai tuntutan organisasi lainnya.

Baca Juga  Pemkot Kendari Genjot Pengentasan Kawasan Kumuh, Fokus Teluk Bawah Jembatan Jadi Prioritas

Selain itu, masih terdapat pandangan bahwa pengembangan keterampilan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengusaha. Kondisi ini menjadi tantangan dalam menjadikan pendidikan dan pelatihan sebagai agenda yang lebih sentral dalam organisasi pekerja.

Memperkuat Posisi Pelaut dan Pekerja Perikanan

Dengan berbagai agenda tersebut, KP3I menempatkan pengembangan kompetensi sebagai salah satu bagian strategis dalam memperkuat posisi pelaut dan pekerja perikanan Indonesia.

Penguatan pendidikan, pelatihan, pemagangan, serta keterlibatan pekerja dalam tata kelola pengembangan keterampilan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap terciptanya kondisi kerja yang lebih baik dan hubungan industrial yang semakin sehat.

Bagi sektor pelaut dan perikanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi semakin penting di tengah tuntutan industri yang terus berkembang.

Sumardi menegaskan, KP3I akan terus mendorong penguatan kompetensi sebagai bagian dari upaya membangun pelaut dan pekerja perikanan Indonesia yang profesional, produktif, memiliki daya saing, serta mampu menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

“Kompetensi yang kuat akan memperkuat pekerja. Ketika pekerja memiliki keterampilan, pengetahuan, dan ruang untuk terus belajar, maka sektor pelaut dan perikanan Indonesia juga akan semakin kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.

Visited 4 times, 5 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow