KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Upaya Pemerintah Kota Kendari menghadirkan layanan kesehatan berteknologi tinggi memasuki babak baru. Sebagai syarat sebelum fasilitas tersebut dioperasikan untuk melayani pasien penyakit jantung dan pembuluh darah, RSUD Kota Kendari resmi menyelesaikan tahapan commissioning atau pengujian akhir Sistem Cathlab Azurion 5 M20, Kamis (9/7/2026).
Tahapan commissioning yang digelar di Aula Anturium Lantai 2 RSUD Kota Kendari menjadi proses penting untuk memastikan seluruh komponen alat bekerja secara optimal, mulai dari perangkat utama, sistem pencitraan, perangkat lunak, hingga standar keselamatan pasien dan tenaga medis.
Pengujian dilakukan secara menyeluruh oleh tim teknis Philips Indonesia bersama Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan manajemen RSUD Kota Kendari melalui serangkaian uji fungsi, simulasi tindakan medis, serta verifikasi kualitas sistem sesuai standar nasional.
Plt Direktur RSUD Kota Kendari, Fauziah, mengatakan keberhasilan melewati tahapan commissioning menandai kesiapan rumah sakit dalam menghadirkan layanan intervensi kardiovaskular yang selama ini belum tersedia secara optimal di Kota Kendari.
“Commissioning ini menjadi tahapan yang sangat penting sebelum layanan dioperasikan. Kami ingin memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang aman, cepat, dan sesuai standar. Kehadiran cathlab ini merupakan komitmen kami meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Kendari,” ujarnya.
Fauziah menjelaskan, keberadaan Cathlab Azurion 5 M20 akan mempercepat penanganan pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah yang membutuhkan tindakan segera. Selama ini, sebagian pasien masih harus menjalani rujukan ke rumah sakit di luar Sulawesi Tenggara sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar.
Perwakilan Tim Kementerian Kesehatan RI, Sri Astuti, menilai kesiapan RSUD Kota Kendari menunjukkan semakin meratanya akses pelayanan kesehatan spesialistik di Indonesia, khususnya di kawasan timur.
“Kami melihat seluruh tahapan telah dilaksanakan dengan baik. Sistem cathlab ini sudah memenuhi aspek kesiapan operasional sehingga diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Philips Indonesia, Harada Oguchi, menjelaskan Cathlab Azurion 5 M20 merupakan teknologi terbaru yang dirancang untuk mendukung tindakan medis secara lebih presisi dengan kualitas pencitraan tinggi dan sistem kerja yang lebih efisien.
“Kami bangga dapat menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan di RSUD Kota Kendari. Teknologi ini membantu dokter melakukan diagnosis maupun tindakan intervensi dengan tingkat akurasi yang lebih baik sehingga berdampak pada kualitas pelayanan pasien,” jelasnya.
Setelah seluruh tahapan dinyatakan memenuhi standar, fasilitas cathlab akan segera digunakan untuk berbagai layanan, seperti angiografi koroner, angioplasti, pemasangan stent atau ring jantung, hingga penanganan berbagai gangguan pembuluh darah lainnya.
Hadirnya layanan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat Kendari dan wilayah sekitarnya yang membutuhkan penanganan penyakit jantung secara cepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, keberadaan cathlab juga diyakini mampu menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan pasien.
RSUD Kota Kendari menegaskan akan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, melakukan pemeliharaan teknologi secara berkala, serta mengembangkan layanan berbasis teknologi kesehatan agar masyarakat memperoleh pelayanan medis yang semakin modern, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Penulis: Sumarlin



