Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Prof. Dr. Ida Usman  memperoleh dukungan terbanyak pada tahapan penjaringan bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030, yang digelar, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan hasil rekapitulasi dukungan, Ida Usman memperoleh 15 suara. Perolehan tersebut menempatkannya di posisi teratas, disusul Prof. Dr. Takdir Sailu dengan 11 suara dan Prof. Dr. Herman yang mengantongi 10 suara.

Sementara itu, Prof. Dr. Edy Karno meraih lima suara, Prof. Dr. Ruslin tiga suara, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande dua suara, serta Prof. Dr. Yusuf Sabilu satu suara. Tercatat pula satu suara abstain, sedangkan tiga bakal calon lainnya, yakni Prof. Dr. Baru Sadarun, Prof. Dr. Ma’ruf Kasim, dan Prof. Dr. Muluddin belum memperoleh dukungan pada tahap penjaringan awal.

Meski memimpin perolehan suara, Ida Usman menegaskan hasil tersebut bukanlah akhir dari proses pemilihan rektor. Menurutnya, tahapan selanjutnya justru menjadi penentu karena melibatkan penilaian dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Alhamdulillah proses ini berlangsung adem. Saya berharap suasana seperti ini tetap terjaga sehingga pemilihan rektor benar-benar menjadi pesta demokrasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Halu Oleo,” ujar Ida Usman usai pengumuman hasil penjaringan.

Baca Juga  Pembangunan atau Perusakan? Membaca Ulang Eksploitasi SDA Sulawesi Tenggara

Ia menjelaskan, setelah tahapan penjaringan, seluruh dokumen calon, termasuk curriculum vitae serta visi dan misi akan dikirim kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selanjutnya, para calon akan mengikuti wawancara sebagai bagian dari proses penilaian.

“Nanti Pak Menteri akan mempelajari seluruh berkas, kemudian melakukan wawancara kepada masing-masing calon. Dari situ akan dinilai siapa yang memiliki kapasitas untuk membawa UHO semakin maju,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Prof. Dr. Takdir Saili yang berada di posisi kedua. Ia memilih menyikapi hasil penjaringan secara tenang dan meminta seluruh pihak menghormati proses yang sedang berjalan.

“Kita sudah menyerahkan semuanya, termasuk visi dan misi. Tinggal menunggu tahapan berikutnya. Tidak perlu kasak-kusuk atau membuat suasana menjadi gaduh. Kita tunggu saja prosesnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Herman yang menempati posisi ketiga mengaku bersyukur dapat lolos dalam persaingan awal. Ia menyebut dukungan yang diperolehnya datang secara murni tanpa membentuk tim sukses khusus.

“Saya bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan ini. Saya sadar tidak memiliki tim sukses dan tidak melakukan kerja politik yang masif. Orang-orang yang memilih saya saya yakini memberikan dukungan dengan tulus. Selanjutnya saya akan berikhtiar lebih maksimal,” ungkap Herman.

Baca Juga  Pemira BEM UHO, GMNI Dukung Paslon Nomor Tiga

Herman juga mengapresiasi suasana pemilihan rektor kali ini yang menurutnya berlangsung lebih kondusif dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Saya pernah mengikuti beberapa proses pemilihan rektor. Dulu suasananya sering terasa mencekam. Sekarang semua berjalan tenang dan penuh kekeluargaan. Ini menjadi kepuasan tersendiri karena proses demokrasi akademik bisa berlangsung lebih sehat,” katanya.

Hasil penjaringan tersebut masih merupakan tahapan awal dalam rangkaian pemilihan Rektor UHO periode 2026-2030. Setelah proses penyaringan dan evaluasi administrasi, nama-nama calon yang memenuhi syarat akan mengikuti tahapan penyampaian visi dan misi, penilaian oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, hingga pemungutan suara akhir.

Penulis: Sumarlin

Visited 69 times, 69 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow