KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus menggenjot optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2026. Hingga 2 Juli 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari telah membukukan penerimaan sebesar Rp138.066.402.011 atau mencapai 42,16 persen dari target pendapatan tahun ini.
Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kendari, Rudi Agus Ariyadi Lakebo, mengatakan capaian tersebut menjadi modal positif bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja pendapatan pada semester kedua tahun anggaran 2026.
Menurutnya, Bapenda akan mengoptimalkan berbagai strategi agar target pendapatan sebesar sekitar Rp327 miliar dapat tercapai hingga akhir tahun.
“Per tanggal 2 Juli 2026, realisasi pendapatan yang dikelola Bapenda telah mencapai Rp138,06 miliar atau 42,16 persen. Kami akan terus melakukan kerja-kerja yang lebih efektif dan efisien, termasuk mengoptimalkan penagihan terhadap piutang-piutang pajak yang masih tertunggak pada tahun 2025,” ujar Rudi.
Ia optimistis, dengan berbagai langkah intensifikasi dan ekstensifikasi yang terus dilakukan, realisasi PAD hingga akhir tahun setidaknya mampu mencapai kisaran 100 persen dari target yang telah ditetapkan.
Selain meningkatkan efektivitas pemungutan pajak, Bapenda juga akan memperkuat pengawasan terhadap wajib pajak serta mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Rudi menjelaskan, hingga saat ini kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah masih berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Sektor tersebut didominasi oleh pajak restoran, rumah makan, warung makan, hotel, serta tempat hiburan yang menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Kendari.
“Kalau melihat tren saat ini, penyumbang terbesar masih berasal dari PBJT, khususnya restoran, rumah makan, warung makan, hotel, dan hiburan. Namun mata pajak lainnya juga memberikan kontribusi yang cukup baik, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), reklame, serta jenis pajak daerah lainnya,” jelasnya.
Menurut Rudi, keberhasilan mencapai target pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada satu jenis pajak, tetapi merupakan hasil sinergi seluruh sektor penerimaan yang terus dioptimalkan pemerintah.
Karena itu, Bapenda akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap capaian masing-masing objek pajak sekaligus memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk memastikan seluruh potensi pendapatan daerah dapat tergali secara maksimal.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kota Kendari untuk terus meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak daerah. Menurutnya, setiap pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta berbagai program yang mendukung kesejahteraan warga.
Dengan tren penerimaan yang terus bergerak positif pada awal semester kedua, Pemerintah Kota Kendari optimistis target PAD 2026 dapat terus dikejar melalui penguatan tata kelola pendapatan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi seluruh potensi penerimaan daerah.
Penulis: Sumarlin



