RAHA, MITRANUSANTARA.ID – Warga yang bermukim di sekitar menara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Telkomsel di Jalan Basuki Rachmat, Kelurahan Foo Kuni, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, dibuat resah.
Material besi yang diduga merupakan bagian dari menara BTS setinggi 72 meter itu terlepas dan jatuh menimpa rumah warga pada Minggu (16/8/2026).
Potongan besi berukuran kurang lebih sebesar telapak tangan orang dewasa tersebut menghantam atap kamar keluarga Samallo hingga jebol. Material itu diperkirakan memiliki berat sekitar 1 kilogram.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Saat material jatuh, kamar yang berada di rumah keluarga Samallo sedang dalam kondisi kosong.
Erni, salah seorang putri keluarga Samallo, menuturkan keluarganya sempat terkejut setelah mendengar suara benturan dari arah atap rumah.
“Saat itu kami mendengar bunyi seperti sesuatu menghantam atap. Setelah dicek, besi itu telah menembus atap kamar Oma (ibu kami) hingga berlubang. Untungnya Oma tidak sedang berada di dalam kamar,” ujar Erni. Sabtu (29/8/2026).
Tak hanya rumah keluarga Samallo, material besi yang diduga berasal dari menara BTS tersebut juga dilaporkan jatuh mengenai atap bangunan yang berada di sebelah rumah mereka pada hari yang sama.
Peristiwa itu memicu kekhawatiran warga yang tinggal di sekitar menara BTS yang diketahui telah berdiri sejak 2003
Warga meminta pihak pengelola segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi menara, termasuk memastikan seluruh material dan komponen yang terpasang berada dalam kondisi aman.
Kekhawatiran warga terutama menyangkut potensi jatuhnya material lain dari ketinggian 72 meter yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat di bawahnya.
Sejumlah warga juga mempertanyakan aspek keselamatan serta jarak antara menara dengan bangunan permukiman. Mereka menduga adanya kelalaian dalam pemasangan atau pemeliharaan material menara sehingga bagian besi dapat terlepas dan jatuh ke area rumah warga.
“Kami sudah tidak nyaman bermukim di bawah menara (BTS Telkomsel). Selama 23 tahun kita sudah terpapar radiasi, banyak elektronik kami juga rusak, sekarang material besi mulai berjatuhan. Bagaimana kalau sampai kena kepala dengan ketinggian 72 meter. Kalau bisa dipindahkan mi ini menara,” pinta Bustam, salah seorang warga.
Sementara itu, Engineer PT Telkomsel, Ihsan Amar Adyatmasari, yang dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu (19/8/2026), menyatakan pihaknya akan meninjau langsung lokasi kejadian.
“Saya minta tim kami di sana merapat dulu ke situ,” tulis Ihsan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tim PT Telkomsel kemudian telah turun untuk melakukan pemeriksaan. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya meredakan keresahan warga.
Warga tetap khawatir kejadian serupa kembali terjadi dengan dampak yang lebih fatal. Mereka berharap pemeriksaan tidak hanya dilakukan setelah material jatuh, tetapi juga disertai langkah konkret untuk menjamin keamanan warga yang tinggal di sekitar menara.
Bahkan, warga mengancam akan melakukan penyegelan apabila menara BTS Telkomsel tersebut tidak dipindahkan jauh dari kawasan permukiman.
“Kita akan segel kalau mereka (PT Telkomsel) tidak pindahkan ini menaranya,” tegas Gustav, yang diamini sejumlah warga di sekitar area BTS.
Penulis : Baharuddin



