KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari mulai mempersiapkan langkah penanganan pendangkalan Kali Kadia yang terjadi akibat sedimentasi. Pengerukan akan dilakukan sepanjang sekitar 1,1 kilometer sebagai bagian dari upaya meningkatkan fungsi aliran sungai sekaligus mendukung penataan kawasan Kali Kadia.
Kegiatan normalisasi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan Penataan Kali Kadia (Lanjutan). Dengan konsep tersebut, pengerukan sedimentasi tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kapasitas aliran kali, tetapi juga menjadi bagian dari penataan kawasan di sekitar Kali Kadia.
Kepala Dinas PUPR Kota Kendari Muhammad Jayadi mengatakan pendangkalan Kali Kadia salah satunya dipengaruhi sedimentasi yang terus menumpuk di dasar kali. Kondisi tersebut perlu ditangani agar fungsi Kali Kadia sebagai salah satu saluran air di kawasan perkotaan tetap optimal.
“Normalisasi kali menjadi bagian penting dalam mendukung penataan kawasan Kali Kadia. Karena itu, pengerukan sedimentasi dilakukan bersamaan dengan pekerjaan Penataan Kali Kadia (Lanjutan),” ujarnya.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga harus menyentuh aspek fungsi dan kapasitas aliran air. Pengerukan material sedimentasi diharapkan dapat membantu memperlancar aliran sekaligus mengurangi potensi terjadinya genangan ketika debit air meningkat.
Integrasi kedua pekerjaan tersebut juga diharapkan membuat pelaksanaan pembangunan lebih efektif. Material sedimentasi yang berada di sepanjang lokasi pekerjaan akan ditangani secara bertahap dengan tetap memperhatikan pekerjaan penataan kawasan yang sedang berlangsung.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Kendari, Amsarula, mengatakan pengerukan sedimentasi direncanakan sepanjang 1,1 kilometer. Pekerjaan akan dimaksimalkan agar proses normalisasi dapat segera diselesaikan.
“Iya, prinsipnya kami usahakan untuk memaksimalkan waktu pengerukannya supaya cepat tuntas dan tidak mengganggu item pekerjaan lainnya,” jelas Amsarula.
Menurutnya, panjang kawasan yang saat ini menjadi fokus penataan berada di kisaran 671,5 meter, khususnya pada sisi kanan Kali Kadia. Namun, pekerjaan normalisasi memiliki cakupan lebih panjang karena proses pengangkutan material sedimentasi juga dimulai dari lokasi pekerjaan penataan Kali Kadia sebelumnya.
“Kalau untuk kawasan yang mau ditata sekitar 671,5 meter, sisi kanan Kali Kadia. Tapi kalau untuk panjang pekerjaan normalisasinya lebih panjang dari itu karena kita mulai angkut sedimennya di lokasi pekerjaan penataan Kali Kadia yang awal dulu, tahun 2024, yang dekat Plaza Inn,” ujarnya.
Pekerjaan yang tengah disiapkan tersebut merupakan lanjutan dari penataan Kali Kadia yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pemerintah daerah kini mengintegrasikan penanganan sedimentasi dengan pekerjaan lanjutan sehingga proses pengerukan dan penataan dapat berjalan beriringan.
Pemkot Kendari menargetkan proses pengerukan dapat dilakukan secara maksimal sehingga tidak menghambat tahapan pekerjaan lainnya. Kecepatan penyelesaian menjadi perhatian agar aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Kali Kadia tidak terganggu dalam waktu yang panjang.
Penataan Kali Kadia sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan fungsi infrastruktur pengendalian dan pengaliran air.
Penulis: Sumarlin



