KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting dengan menempatkan keluarga berisiko sebagai sasaran utama intervensi. Pemerintah tidak ingin penanganan hanya berfokus pada anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat menghadiri kegiatan Advokasi dan Promosi Pokja kepada stakeholder terkait Gerakan Orang Tua Asuh serta Penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam penanganan, pencegahan dan penurunan stunting di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (26/8/2026).
Wali Kota Siska menegaskan, stunting merupakan persoalan serius yang berkaitan langsung dengan masa depan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Bicara stunting, bicara masa depan. Kalau sudah anak-anak kita tidak kita perhatikan, siapa yang meneruskan daerah ini dan bangsa,” tegas Siska.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Mulai dari kondisi rumah, sanitasi, pola asuh, lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Wali Kota Siska juga menyoroti pentingnya data dalam pelaksanaan pendampingan. Ia menyebut jumlah anak yang mengalami stunting telah menunjukkan penurunan, dari sekitar 500 anak menjadi 462 anak. Namun, pemerintah tidak boleh hanya berkonsentrasi pada angka tersebut.
Sebab, terdapat sekitar 10 ribu keluarga yang masuk dalam kategori berisiko. Kelompok inilah yang menurut Wali Kota Siska harus menjadi perhatian serius agar tidak berkembang menjadi kasus stunting baru.
“Kalau kita hanya fokus sama 460, saya yakin pasti bertambah. Karena yang 10 ribu ini kita tidak fokus. Padahal faktor risiko ini yang akan meningkatkan menjadi status penderitaan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting Kota Kendari berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) turun dari 25,7 persen pada 2023 menjadi 24,4 persen pada 2024. Sementara berdasarkan data E-PPGBM, angka stunting pada Desember 2025 tercatat 1,73 persen.
Upaya pendampingan keluarga juga terus berjalan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 3.349 sasaran telah mendapatkan pendampingan. Rinciannya meliputi 374 pasangan calon pengantin, 823 ibu hamil, 308 ibu pascapersalinan dan 1.844 baduta.
Selain pendampingan, TPK juga berperan dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan baduta, termasuk balita sesuai sasaran program.
Di Kota Kendari, penerima MBG telah mencapai 12.720 orang dari target 14.797 sasaran atau sekitar 86 persen. Data penerima tersebut telah disampaikan kepada masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Siska meminta pelaksanaan program dilakukan dengan satu pemahaman dan terintegrasi. Ia menilai TPK tidak cukup hanya melakukan pendataan dan pendampingan, tetapi harus memahami kondisi keluarga yang menjadi sasaran.
“Bukan sekadar TPK mendampingi data, mengevaluasi, tetapi tidak mengetahui data. Bapak-Ibu harus tahu data juga, agar kita tahu sampai di mana target kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari Jahudding menyebut TPK yang dibentuk berjumlah 525 orang. Tim tersebut melibatkan kader PKK dan kader KB serta bertugas mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan balita.
“Hasil yang diharapkan dari capaian ini adalah tentu meningkatkan kapasitas dan pemahaman TPK dalam melaksanakan pendampingan keluarga dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Kendari,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Kendari juga mendorong keterlibatan lebih luas melalui Gerakan Orang Tua Asuh dan sinergi lintas OPD. Langkah tersebut dinilai penting agar pencegahan stunting tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Kendari tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Penulis: Sumarlin



