KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari mendorong peningkatan kualitas dan kreativitas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan anak. Peran guru PAUD dinilai tidak sebatas mengajarkan pengetahuan dasar, tetapi terutama membentuk karakter, keberanian, rasa percaya diri dan kemampuan anak untuk berkembang.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Kendari sekaligus Bunda PAUD Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat membuka Lomba Kreativitas Guru PAUD se-Kota Kendari 2026, Rabu (30/9/2026).
Wali Kota Siska mengatakan sekitar 400 guru PAUD tersebar di Kota Kendari memiliki tanggung jawab besar karena berada pada tahap awal pembentukan karakter anak.
“Kalau dari dasar anak-anak kita sudah salah, akan menjadi beban pada jenjang berikutnya. Karena itu, pondasi anak kita harus dibentuk sejak PAUD,” ujarnya.
Menurut Siska, pendidikan usia dini merupakan tahap yang menentukan bagaimana anak tumbuh dan berkembang pada jenjang pendidikan selanjutnya. Karena itu, guru PAUD dituntut terus meningkatkan kapasitas dan kualitas sebagai pendidik.
Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Kendari merumuskan program peningkatan kompetensi guru PAUD secara maksimal. Upaya tersebut diperlukan agar kualitas pendidikan anak usia dini dapat terus diperkuat hingga anak melanjutkan pendidikan ke SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Kota Kendari saat ini memiliki sekitar 188 satuan PAUD yang tersebar di 11 kecamatan, baik negeri maupun swasta. Siska menilai potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.
“Seluruh guru PAUD wajib tanpa terkecuali meningkatkan kapasitas sebagai guru PAUD,” tegasnya.
Siska berharap perhatian terhadap PAUD tidak berhenti pada pembangunan sarana, tetapi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas guru.
“Kita ingin memastikan anak-anak di Kota Kendari mendapatkan pendidikan yang berkualitas sejak dini, tumbuh dalam lingkungan yang aman, menyenangkan dan penuh kasih sayang,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari Saemina menjelaskan, kreativitas guru menjadi salah satu kunci untuk menciptakan pembelajaran PAUD yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bereksplorasi dan kemampuan beradaptasi anak.
Ia menekankan pendidikan PAUD tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan membaca atau berhitung. Pembelajaran harus lebih banyak diarahkan pada pembentukan karakter dan keberanian anak untuk tampil serta berinteraksi.
“Bagaimana kita bisa mengubah karakter, membuat karakter anak-anak kita lebih berani tampil ke depan. Ini yang paling kita harapkan,” katanya.
Lomba kreativitas tersebut diikuti 200 guru PAUD yang merupakan perwakilan dari 11 kecamatan di Kota Kendari. Peserta mengikuti dua kategori lomba, yakni kreativitas berbasis digital dan kreativitas menggunakan media pembelajaran sederhana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi guru untuk menguji kemampuan dalam menciptakan metode dan media pembelajaran yang inovatif. Dari ajang tingkat kota tersebut, guru berprestasi akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
Saemina mengatakan kegiatan itu memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan media dan metode pembelajaran, memberikan ruang apresiasi bagi guru berprestasi, serta mendorong guru terus berinovasi dalam mendidik anak usia dini.
Penguatan sarana pendidikan juga terus dilakukan. Pemkot Kendari mendapat dukungan revitalisasi melalui proyek strategis pemerintah untuk sekitar 88 sekolah, dengan lebih dari 40 di antaranya merupakan satuan pendidikan PAUD.
Bagi Pemkot Kendari, investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing sejak dari fondasinya.
Penulis: Sumarlin





