Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Perkembangan teknologi kedokteran harus berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Pesan itu disampaikan Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran,  saat menghadiri Kuliah Pakar dalam rangka Dies Natalis ke-15 Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO), Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hippocrates FK UHO tersebut mengangkat tema “From Genes to Precision Medicine: Integrating Bioinformatics in Molecular Genomics Diagnostics and Precision Therapeutics”. Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk melihat perkembangan kedokteran yang semakin mengarah pada pendekatan berbasis karakteristik biologis setiap individu.

Siska mengatakan, kemajuan ilmu kedokteran kini tidak lagi sebatas mengidentifikasi penyakit, tetapi mulai menjawab alasan suatu penyakit muncul, risiko yang dimiliki seseorang, hingga pilihan pengobatan yang lebih sesuai dengan kondisi biologis pasien.

“Dunia kedokteran tidak lagi hanya bertanya penyakit apa yang diderita seseorang, tetapi mulai memahami mengapa penyakit itu terjadi, bagaimana karakteristik biologis seseorang memengaruhi risiko kesehatannya, dan bagaimana pengobatan dapat diberikan secara tepat,” ujarnya.

Baca Juga  PKC PMII Sultra Apresiasi Ketua Kadin Sultra di Muspimda

Namun, menurut Siska, perkembangan teknologi harus tetap menempatkan manusia sebagai tujuan utama. Infrastruktur dan teknologi kesehatan, kata dia, merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Jangan sampai semakin maju ilmu yang kita miliki, semakin jauh pula jaraknya dari manusia yang membutuhkan manfaatnya. Teknologi dan infrastruktur hanyalah sarana, sementara kualitas hidup manusia adalah tujuan utama kita bersama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Siska memaparkan arah pembangunan kesehatan di Kota Kendari yang saat ini memiliki sekitar 377 ribu penduduk. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari pada 2026 mencapai 86,36.

Menurutnya, capaian pembangunan manusia tidak terlepas dari tiga aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Karena itu, Pemkot Kendari terus mengembangkan program kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan.

Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemkot Kendari menerapkan pendekatan jemput bola agar pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga ke rumah.

“Kenapa kita fokus pada CKG? Karena banyak penyakit yang menjadi silent killer. Kita tidak ingin tiba-tiba seseorang berdiri lalu jatuh, atau sedang tidur kemudian meninggal karena sebelumnya tidak pernah melakukan pemeriksaan,” jelas Siska.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Pastikan Pasokan Pangan Aman, Bulog Siapkan Ribuan Liter Minyak Goreng di GPM

Pemeriksaan rutin tersebut mencakup sejumlah indikator, antara lain tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat. Hingga 2026, cakupan pelayanan CKG di Kota Kendari disebut telah mencapai sekitar 64 persen. Pemerintah kota menargetkan cakupan itu terus meningkat hingga 90 persen.

Selain pemeriksaan kesehatan, Pemkot Kendari memperkuat penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Siska menegaskan, stunting tidak dapat dilihat hanya sebagai persoalan kesehatan karena turut dipengaruhi sanitasi, lingkungan, rumah layak huni hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

Pemkot Kendari juga mengembangkan inovasi SITINA MENDIA untuk mendampingi dan memantau ibu sejak masa sebelum kehamilan, proses persalinan hingga tumbuh kembang anak.

Di sektor pelayanan rumah sakit, Siska menyebut saat ini terdapat 16 rumah sakit umum dan swasta di Kota Kendari dengan dukungan ribuan tenaga kesehatan. Pengembangan fasilitas, menurutnya, harus berdasarkan kebutuhan tenaga medis dan masyarakat.

“Dokter harus diajak berdiskusi, alat apa yang dibutuhkan. Jangan sampai kita membeli alat kesehatan tetapi akhirnya tidak digunakan dan menjadi mubazir,” tegasnya.

Pemkot Kendari juga menyiapkan pengembangan infrastruktur terpadu Rumah Sakit Kota Kendari. Perencanaan desain tengah berjalan dan pembangunan ditargetkan mulai pada 2027, apabila tidak terdapat kendala.

Baca Juga  Panen Padi di Baruga Jadi Bukti Ketahanan Pangan Kendari, Harga Stabil, Inflasi Aman

Sejumlah layanan baru turut dikembangkan, termasuk hemodialisis dan unit pengelola darah bergerak agar pelayanan donor darah dapat lebih dekat dengan masyarakat.

Di hadapan mahasiswa FK UHO, Siska mengingatkan agar ilmu kedokteran tidak berhenti pada pencapaian akademik dan profesi. Ia mendorong calon dokter untuk melihat persoalan kesehatan di sekitarnya dan menghadirkan solusi.

“Kota Kendari membutuhkan karya kalian. Jangan hanya bertanya bagaimana kalian akan bekerja, tetapi bertanyalah masalah apa yang dapat kalian selesaikan untuk masyarakat,” pesannya.

Siska berharap kolaborasi antara Pemkot Kendari, FK UHO, dokter dan kalangan akademisi terus diperkuat. Menurutnya, perkembangan ilmu kedokteran akan semakin bermakna ketika dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Jadikan ilmu yang kalian dapatkan bukan sebagai kesombongan, tetapi sebagai manfaat yang besar bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Sumarlin

Visited 6 times, 6 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow