KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Kegiatan Kendari Offroad Extreme Adventure Challenge (KORXA) 2026 membawa dampak pembangunan bagi Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Wilayah yang menjadi salah satu jalur petualangan offroader tersebut mendapatkan sejumlah program penataan kawasan dari Pemerintah Kota Kendari.
Lurah Lalodati, Edy Tawakkal Konggoasa, mengatakan perhatian pemerintah kota terhadap wilayahnya menjadi salah satu manfaat yang dirasakan setelah kawasan Lalodati dilalui peserta KORXA 2026.
“Program pembangunan yang direncanakan meliputi pembuatan drainase tipe 100 sepanjang 450 meter di RT 11/RW 04, normalisasi kali, serta peningkatan jalan penghubung Kelurahan Lalodati dan Kelurahan Watulondo melalui kawasan Pulongida,” jelas Lurah Lalodati, Selasa (3/11/2026).
Ruas jalan yang akan ditingkatkan tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 2 hingga 3 kilometer. Penataan ini dinilai penting karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami banjir.
Menurut Edy, pembangunan drainase dan normalisasi kali diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air, sementara peningkatan jalan akan mendukung aksesibilitas masyarakat yang menghubungkan dua kelurahan.
Perhatian terhadap Lalodati tidak terlepas dari kunjungan langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bersama Wakil Wali Kota Sudirman, saat mengikuti kegiatan KORXA 2026. Melintasi jalur tersebut memberi kesempatan bagi kepala daerah untuk melihat kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sebelumnya, Wali Kota Siska mengatakan keikutsertaannya dalam KORXA bukan semata-mata untuk menikmati olahraga petualangan. Kegiatan itu juga menjadi kesempatan melihat potensi wilayah hingga kawasan pelosok yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.
“Melalui kegiatan ini, saya juga bisa melihat langsung kondisi wilayah, termasuk pelosok-pelosok Kota Kendari yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat potensi sekaligus mengetahui kebutuhan masyarakat di lapangan,” ungkap Siska.
Ia berharap KORXA dapat terus dikembangkan karena kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi komunitas otomotif dan pecinta olahraga petualangan, tetapi juga bisa dikolaborasikan dengan kegiatan sosial serta promosi potensi daerah.
Menurut Siska, bentang alam, kawasan perkebunan, hingga jalur sungai yang dilalui peserta merupakan potensi wisata petualangan yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Penulis: Sumarlin









