KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan pola asuh keluarga, pendidikan karakter pada anak usia dini dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. Pemerintah Kota Kendari pun mulai memperkuat peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai garda terdepan dalam membangun kebiasaan positif anak sejak usia emas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bagi guru PAUD se-Kota Kendari yang digelar, Kamis (11/6/2026).
Mewakili Bunda PAUD Kota Kendari, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Arnaldo, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan usia dini merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Menurutnya, guru PAUD memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi pihak yang pertama kali membentuk karakter, kebiasaan, dan nilai-nilai dasar pada anak sebelum memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal melalui layanan yang berkualitas, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Arnaldo.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang dinilai memiliki tugas yang tidak mudah. Kata dia, mendidik anak usia dini membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan kemampuan memahami perkembangan psikologis anak yang tidak dimiliki semua orang.
Dalam kesempatan tersebut, Arnaldo menegaskan bahwa Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat perlu diterapkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Kebiasaan sederhana seperti bangun pagi, berdoa, menjaga kebersihan, disiplin, hingga menghormati orang tua dan guru diyakini akan membentuk karakter positif yang melekat hingga dewasa.
“Yang paling penting adalah ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan di sekolah masing-masing dan menjadi bagian dari proses pembelajaran anak-anak kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Asriyani Arief, menjelaskan bahwa program PAUD Holistik Integratif merupakan pendekatan layanan yang tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, perlindungan, pengasuhan, dan kesejahteraan anak secara menyeluruh.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kendari telah memiliki landasan regulasi melalui Peraturan Wali Kota yang mendukung implementasi PAUD HI. Bahkan, pendampingan telah dilakukan kepada lebih dari 100 satuan PAUD di Kota Kendari.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dan implementasi PAUD Holistik Integratif, memperkuat pembentukan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta meningkatkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak,” jelas Asriyani.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan pembiasaan positif yang diterima anak di sekolah.
Kegiatan ini diikuti perwakilan 80 lembaga PAUD formal dan nonformal itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari memperkuat kualitas layanan pendidikan anak usia dini, tidak hanya dari sisi pembelajaran, tetapi juga pembentukan karakter dan kebiasaan hidup yang baik.
Penulis: Sumarlin



