Penulis : Redaksi

KONAWE UTARA, MITRANUSANTARA.ID – Upaya meningkatkan produktivitas nelayan melalui pemanfaatan teknologi terus didorong kalangan akademisi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo (UHO) mengimplementasikan teknologi Underwater Fish Lamp Plus (UFL+) yang terintegrasi dengan sistem informasi kelautan dan agribisnis nelayan di Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sabtu (11/7/2026).

Program yang memasuki tahun kedua ini merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Wilayah yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan tersebut mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam pengembangan kawasan perikanan terintegrasi di Kecamatan Lasolo.

Ketua Tim Pelaksana, Kobajashi T. Isamu, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa, penerapan teknologi UFL+ tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil tangkapan nelayan, tetapi juga memperkenalkan sistem informasi parameter kelautan secara real time agar aktivitas penangkapan ikan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Melalui teknologi tersebut, nelayan memperoleh akses terhadap informasi kondisi perairan yang dipadukan dengan penggunaan alat ukur hasil tangkapan ikan berbasis digital.

Baca Juga  BPBD Pangkas Pohon Miring di Samping SDN 07 Kendari Barat, Ujian Siswa Dipastikan Tetap Berjalan

“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pengelolaan usaha perikanan yang lebih modern,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian juga menghadirkan narasumber Dr. Fajriah, S.Pi., M.Si., dari Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penerapan UFL+, pemanfaatan sistem informasi parameter kelautan secara real time, hingga penggunaan alat ukur hasil tangkapan ikan digital.

Selain memperkenalkan teknologi penangkapan ikan, tim pengabdian turut menyerahkan sejumlah teknologi pendukung bagi kelompok nelayan dan pengolah ikan. Bantuan tersebut meliputi alat pengering ikan atau para-para serta timbangan produk ikan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pengolahan sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk perikanan lokal.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi. Selain Kobajashi T. Isamu sebagai ketua tim, kegiatan juga didukung Prof. Dr. Ir. H. Ansharullah, M.Sc., Hasnia Arami, S.Pi., M.Si., serta Erni Danggi, S.P., M.Si., yang berasal dari Universitas Halu Oleo dan Universitas Sulawesi Tenggara.

Baca Juga  Ida Usman Pimpin Penjaringan Awal Calon Rektor UHO, Persaingan Menuju Tiga Besar Masih Terbuka

Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Konawe Utara sebagai mitra pemerintah. Sementara sasaran utama program adalah kelompok nelayan dan pengolah ikan di Desa Muara Tinobu yang diharapkan mampu memanfaatkan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha mereka.

Program pengabdian ini tidak berhenti pada penerapan teknologi penangkapan ikan. Tim telah menyiapkan agenda lanjutan berupa pelatihan pengolahan kerupuk ikan dan teknologi pengemasan ikan kering sebagai upaya memperkuat sektor hilir perikanan sehingga masyarakat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil tangkapannya.

Sebagai bentuk apresiasi, tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga program pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana.

Ketua Kelompok Nelayan Desa Muara Tinobu, Abdul Rahman, mengaku penerapan teknologi UFL+ memberikan perubahan yang signifikan terhadap hasil tangkapan nelayan di wilayahnya. Menurutnya, inovasi tersebut membantu nelayan lebih mudah menentukan lokasi penangkapan ikan sehingga produktivitas meningkat dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga  Dorong SDM Berkualitas, PT Vale dan Alkhairaat Resmikan Pembangunan Welding Academy

“Kami sangat terbantu dengan adanya teknologi UFL+ ini. Hasil tangkapan ikan meningkat secara signifikan sehingga pendapatan nelayan juga ikut bertambah. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut karena benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan,” ujar Abdul Rahman.

Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama Mei hingga Desember 2026, tim pengabdian berharap inovasi yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan terus mengalir agar kelompok nelayan dan pengolah ikan mampu mengembangkan usahanya berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat kawasan perikanan terintegrasi di Konawe Utara.

Penulis: Sumarlin

Visited 2 times, 3 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow