KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari mulai menunjukkan perubahan dalam tata kelola perusahaan. Setelah bertahun-tahun dividen hanya tercatat sebagai angka dalam laporan keuangan, kini Perumda Pasar berhasil menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kota Kendari secara penuh sekaligus membayar sebagian tunggakan dividen yang belum pernah diselesaikan pada tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, mengungkapkan capaian tersebut menjadi salah satu prioritas sejak dirinya dipercaya memimpin perusahaan daerah itu. Menurutnya, pembenahan dilakukan tidak hanya pada aspek pelayanan pasar, tetapi juga pada pengelolaan keuangan agar memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
“Alhamdulillah, tahun 2025 kami sudah membayar dividen kepada pemerintah 100 persen. Bahkan sebagian tunggakan dividen sebelumnya juga kami selesaikan. Selama ini dividen hanya ada di neraca, hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi tidak ada arus kasnya. Di kepemimpinan kami, itu kami realisasikan,” ujar Asnar, usai peresmian pasar Banteng, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, pembayaran dividen dilakukan setelah proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) selesai. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola perusahaan yang sehat mampu memberikan manfaat langsung kepada pemerintah daerah sebagai pemilik modal.
Selain membenahi sisi keuangan, Asnar juga menata sistem internal perusahaan. Salah satu perubahan yang langsung dirasakan adalah pembayaran gaji karyawan yang kini kembali normal.
“Saat saya masuk, kondisi pembayaran gaji belum berjalan normal. Bulan pertama kami langsung benahi sehingga hak-hak karyawan bisa dibayarkan tepat waktu. Ini menjadi fondasi penting agar pelayanan kepada pedagang juga semakin baik,” katanya.
Asnar menyebut Pasar Baruga masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi Perumda Pasar. Pendapatan tersebut berasal dari pelayanan pasar dan pengelolaan parkir. Sementara itu, Pasar Basah Mandonga juga mengalami peningkatan pendapatan yang cukup signifikan.
“Pasar Baruga masih menjadi kontributor terbesar. Sedangkan Pasar Basah Mandonga berhasil kami tingkatkan pendapatannya hingga sekitar 240 persen dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, Perumda Pasar juga menghadirkan kebijakan yang memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin berdagang. Asnar memastikan pedagang tidak lagi dibebani biaya pembelian kios di sejumlah pasar yang dikelola Perumda.
Menurutnya, di Pasar Basah Mandonga maupun Pasar Kota, pedagang cukup mendaftarkan diri kepada pengelola tanpa harus membeli kios. Mereka hanya dikenakan iuran operasional sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tidak ada lagi istilah membeli kios. Yang penting masyarakat memiliki niat berdagang, silakan datang ke pengelola pasar (pasar basah Mandonga dan Pasar Sentral Kota). Mereka hanya membayar iuran operasional sebagaimana aturan yang berlaku,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, efisiensi pengelolaan membuat beban operasional semakin terkendali. Di pasar Basah Mandonga misalnya, biaya listrik, kebersihan, dan pelayanan pasar kini dikelola secara mandiri sehingga pembayaran menjadi lebih efisien dibanding sebelumnya.
Terkait maraknya aktivitas pasar liar di sejumlah titik, seperti kawasan Pasar Panjang dan pasar sore yang berada di luar area resmi, Asnar berharap para pedagang bersedia berpindah ke pasar yang telah disediakan pemerintah.
“Kami berharap pedagang masuk ke pasar-pasar resmi. Kalau mengenai penertiban di luar kawasan pasar resmi, itu bukan menjadi kewenangan Perumda Pasar,” katanya.
Meski optimistis terhadap kinerja perusahaan, Asnar mengakui tantangan ke depan tidak ringan. Perubahan pola belanja masyarakat dan berkembangnya perdagangan daring membuat aktivitas pasar tradisional mengalami tekanan.
“Kondisi ekonomi saat ini masih stagnan, ditambah perkembangan pasar online yang sangat pesat. Orang sekarang semakin mudah berbelanja tanpa datang ke pasar. Karena itu, bagi kami mempertahankan kinerja yang ada saja sudah merupakan pencapaian yang baik,” ujarnya.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Perumda Pasar Kota Kendari menargetkan mampu mempertahankan tren positif kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah itu diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pedagang dan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pasar tradisional di Kota Kendari.
Penulis: Sumarlin



