KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, menorehkan capaian membanggakan di tingkat internasional. Orang nomor satu di Kota Kendari itu terpilih sebagai salah satu dari 14 kepala daerah di kawasan Asia Pasifik yang mengikuti Asia-Pacific Mayors Academy (APMA) 2026, sebuah program pengembangan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh UN-Habitat bersama sejumlah organisasi internasional.
Keikutsertaan Siska Karina Imran menjadikan Kendari sebagai satu-satunya kota dari Indonesia yang ambil bagian bersama para wali kota dan pemimpin daerah dari India, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, serta Filipina.
Asia-Pacific Mayors Academy merupakan program pelatihan dan pertukaran pengetahuan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepala daerah dalam membangun kota yang inklusif, tangguh, cerdas, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim serta perkembangan kawasan perkotaan.
Berdasarkan informasi dari UN-Habitat Bangkok Office, sejak April 2026 para peserta mengikuti rangkaian pembelajaran melalui modul interaktif, diskusi kebijakan, pembelajaran antarsejawat (peer-to-peer learning), hingga pendampingan langsung dari para pakar perkotaan dunia. Seluruh peserta juga diwajibkan menyusun inisiatif pembangunan kota yang akan menjadi solusi nyata bagi daerah masing-masing.
Dalam program tersebut, Wali Kota Kendari mengangkat enam inisiatif strategis yang menjadi fokus pembangunan Kota Kendari. Keenam program itu meliputi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, penguatan ketahanan banjir dan adaptasi perubahan iklim, perlindungan kawasan mangrove dan pesisir, penambahan ruang terbuka hijau, transformasi pelayanan publik berbasis digital, serta pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif tersebut sejalan dengan enam fokus pembelajaran APMA 2026, yakni perencanaan kota berkelanjutan, penanganan multi-krisis, perencanaan wilayah yang inklusif, ketahanan kota dan aksi iklim, pengembangan smart city serta inovasi digital, hingga pembiayaan pembangunan berkelanjutan.
Selama mengikuti akademi, para peserta memperoleh pendampingan dari para ahli dunia, di antaranya Regional Director UN-Habitat Asia and the Pacific Kazuko Ishigaki, Director Environment and Development Division ESCAP Sangmin Nam, Secretary General UCLG ASPAC Bernadia Tjandradewi, Chief Executive APRU Dr. Thomas Schneider, Director UNU-IAS Prof. Shinobu Yume Yamaguchi, Programme Director IGES Yatsuka Kataoka, Chief of Sustainable Urban Development Section ESCAP Curt Garrigan, serta Partnerships and Project Manager UN-Habitat Claudia Garcia Zaragoza.
Program APMA sendiri merupakan kolaborasi antara UN-Habitat, United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC), United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP), Association of Pacific Rim Universities (APRU), United Nations University-Institute for the Advanced Study of Sustainability (UNU-IAS), dan Institute for Global Environmental Strategies (IGES).
Keikutsertaan Kota Kendari dalam forum bergengsi tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah. Selain memperkuat jejaring internasional, partisipasi ini juga membuka peluang kerja sama global, mendorong lahirnya inovasi pembangunan perkotaan, memperluas akses pembiayaan, sekaligus mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Melalui APMA 2026, Pemerintah Kota Kendari memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai praktik terbaik dari kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik, sekaligus memperkenalkan inovasi yang telah dijalankan di Kendari kepada komunitas internasional.
Partisipasi Wali Kota Siska Karina Imran dalam forum ini menjadi bukti bahwa Kota Kendari semakin diperhitungkan di tingkat global. Berbekal kolaborasi, inovasi, dan jejaring internasional, berbagai gagasan yang diperoleh dari APMA diharapkan dapat diimplementasikan untuk memperkuat pembangunan kota yang lebih hijau, tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menuju visi “Kendari Semakin Maju”.
Penulis: Sumarlin



