KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyerahkan bantuan beasiswa dan seragam sekolah untuk siswa jenjang TK, SD hingga SMP dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Kamis (1/10/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.
“Tidak ada lagi alasan masyarakat Kota Kendari untuk tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya,” kata Siska.
Wali Kota Siska menjelaskan, program dukungan pendidikan tersebut telah berjalan sejak 2025. Pada tahun tersebut, Pemkot Kendari menyalurkan 1.000 beasiswa sekaligus 1.000 seragam sekolah bagi siswa kurang mampu tingkat TK, SD dan SMP.
Program yang sama kembali dilanjutkan pada 2026 dengan dukungan anggaran melalui APBD Kota Kendari. Pemerintah menargetkan bantuan tersebut dapat menjangkau seluruh anak dari keluarga kurang mampu yang menjadi sasaran.
Wali Kota Kendari menyebut secara keseluruhan jumlah anak kurang mampu pada jenjang TK hingga SMP di Kota Kendari mencapai sekitar 4.000 orang. Pemkot Kendari menargetkan penyaluran bantuan kepada sasaran tersebut dapat dituntaskan pada tahun depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari Saemina mengatakan, dalam penyerahan kali ini terdapat 1.122 siswa yang menerima bantuan seragam sekolah, sementara penerima beasiswa berjumlah 812 siswa.
“Pemberian baju seragam dan beasiswa ini untuk membantu siswa-siswa kita yang kurang beruntung, sehingga mereka juga bisa mendapatkan fasilitas yang sama dengan anak-anak lainnya,” ujar Saemina.
Ia menjelaskan, penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan sejumlah sumber data. Selain menggunakan data kemiskinan ekstrem, Dinas Pendidikan juga menerima data dari satuan pendidikan mengenai siswa yang membutuhkan dukungan. Data tersebut kemudian menjadi dasar pembagian kuota penerima bantuan pada jenjang TK, SD hingga SMP.
Menurut Saemina, jumlah anak kurang mampu pada jenjang pendidikan tersebut masih cukup besar. Diperkirakan terdapat sekitar 2.000 siswa lagi yang membutuhkan dukungan dan secara bertahap akan menjadi sasaran program pemerintah.
Untuk bantuan beasiswa, proses pencairan dilakukan melalui Bank Sultra. Siswa yang telah ditetapkan sebagai penerima mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan untuk kemudian digunakan dalam proses pengambilan buku rekening.
Saemina mengatakan, informasi mengenai penerima bantuan disampaikan melalui sekolah masing-masing. Mekanisme tersebut dilakukan agar siswa dan orang tua mengetahui status penerimaan serta tahapan yang harus dilakukan.
“Data siswa disampaikan ke sekolah supaya sekolah meneruskan informasi kepada anak-anaknya. Jangan sampai ada lagi yang sudah ditetapkan sebagai penerima tetapi tidak mengambil bantuannya karena tidak mendapatkan informasi,” jelasnya.
Penerima bantuan juga tidak berasal dari seluruh siswa di setiap sekolah. Penyaluran dilakukan berdasarkan data siswa kurang mampu dan kuota yang telah ditetapkan untuk masing-masing jenjang pendidikan.
Pemkot Kendari berharap bantuan beasiswa dan seragam dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak dari kelompok masyarakat kurang mampu.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah memperluas akses pendidikan dasar, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang lebih setara untuk belajar dan menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya.
Penulis: Sumarlin





