Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari mulai memasuki tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 206 peserta didik baru telah menjalani proses registrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga penempatan kamar asrama sebagai bagian dari persiapan memasuki masa pembelajaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Jabar, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan awal berlangsung pada Jumat (31/7/2026) dan berjalan sesuai jadwal yang telah disiapkan pemerintah bersama pihak sekolah.

“Alhamdulillah seluruh tahapan awal MPLS berjalan lancar. Hari ini kami melaksanakan registrasi siswa baru, pemeriksaan kesehatan bagi siswa dan orang tua, serta penentuan kamar asrama. Mulai malam ini seluruh peserta didik sudah menginap di asrama untuk mengikuti seluruh rangkaian MPLS yang telah ditetapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari,” ujar Jabar, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 206 peserta didik yang mengikuti MPLS terdiri dari 26 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

Baca Juga  Pemkot Kendari Pulangkan 11 Anjal Punk, Gandeng Baznas Dorong Penanganan Sosial Berkelanjutan

Menurut Jabar, proses registrasi menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh administrasi peserta didik telah terpenuhi sebelum mengikuti kegiatan belajar. Sementara pemeriksaan kesehatan dilakukan guna memastikan kondisi fisik siswa maupun orang tua yang mendampingi dalam keadaan baik.

“Screening kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman sejak hari pertama. Setelah itu seluruh siswa ditempatkan di asrama sesuai pembagian yang telah ditentukan. Pemeriksaan kesehatan ini melibatkan Dinas kesehatan melalui Puskesmas Puuwatu,” katanya.

Konsep pendidikan berasrama yang diterapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menjadi salah satu ciri utama program tersebut. Para siswa akan tinggal di lingkungan sekolah sehingga seluruh proses pendidikan, pembinaan karakter, hingga aktivitas keseharian dapat berlangsung secara terpadu.

Jabar menambahkan, seluruh peserta didik diwajibkan tinggal di asrama mulai malam pertama sebagai bagian dari adaptasi terhadap lingkungan sekolah sekaligus memudahkan pelaksanaan seluruh agenda MPLS.

Selama masa pengenalan lingkungan sekolah, para siswa akan diperkenalkan dengan tata tertib sekolah, sistem pembelajaran, fasilitas pendidikan, budaya disiplin, serta berbagai kegiatan yang bertujuan membangun karakter, kemandirian, dan kebersamaan antarpeserta didik.

Baca Juga  Kolaborasi KPU Wakatobi Jadi Model Baru Pendidikan Politik Berbasis Komunitas

Pemerintah Kota Kendari juga telah mempersiapkan pembukaan resmi MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari sebagai penanda dimulainya operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 pada tahun ajaran perdana.

Dinas Sosial optimistis seluruh rangkaian MPLS hingga proses belajar mengajar dapat berjalan lancar berkat dukungan berbagai organisasi perangkat daerah, tenaga pendidik, wali asuh, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2.

Keberadaan sekolah ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif di Kota Kendari, sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Penulis: Sumarlin

Visited 4 times, 5 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow