KENDARI, MITRANUSANTARA.ID— Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Kendari didorong tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga terus memperkuat kapasitas keluarga dan membangun kemandirian.
Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Jabar, ST, saat menghadiri Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bersama Tim Pendamping PKH di Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 KPM PKH. Melalui P2K2, para penerima manfaat mendapatkan pembelajaran dan pendampingan mengenai pengasuhan keluarga, pemanfaatan bantuan, pendidikan anak hingga upaya meningkatkan kemandirian.
Dalam arahannya, Jabar mengingatkan KPM untuk mensyukuri dukungan pemerintah melalui berbagai program perlindungan dan jaminan sosial. Namun, bantuan yang diterima harus dimanfaatkan secara tepat sehingga benar-benar memberikan dampak terhadap kehidupan keluarga.
“Jangan sampai bantuan yang diterima tidak memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas keluarga. Gunakan sebaik-baiknya, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak,” tegas Jabar.
Menurutnya, pendidikan anak menjadi salah satu investasi terpenting dalam keluarga. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memastikan anak bersekolah, tetapi juga harus aktif mengawal perkembangan pendidikan, karakter, pergaulan dan cita-cita anak.
Jabar meminta orang tua membangun komunikasi dengan anak serta memberikan motivasi agar mereka tetap bersemangat mengejar pendidikan meski keluarga menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Bapak dan Ibu harus menjadi orang pertama yang memberikan semangat kepada anak. Tanyakan bagaimana sekolahnya, bagaimana pergaulannya dan apa cita-citanya. Jangan sampai karena kesulitan ekonomi hari ini, masa depan anak kemudian dikorbankan,” ujarnya.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Tak hanya soal pendidikan, Jabar juga mengajak KPM PKH mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mereka didorong berpartisipasi dalam pembentukan dan pengelolaan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di tingkat RT maupun RW.
Menurutnya, sampah yang dikelola secara baik bukan hanya membantu menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Saya berharap KPM PKH tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Sampah kalau dikelola dengan baik bisa mempunyai nilai ekonomi,” jelasnya.
Jabar juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak, terutama untuk mencegah keterlibatan dalam tawuran maupun kenakalan remaja.
“Anak-anak kita harus kita jaga bersama. Jangan sampai mereka terlibat tawuran. Tawuran tidak ada manfaatnya, justru dapat merusak masa depan anak, merugikan orang lain dan mencoreng nama baik keluarga,” katanya.
Ia meminta orang tua mengetahui lingkungan pergaulan anak, kegiatan yang dilakukan serta aktivitas mereka di luar rumah. Pengawasan keluarga dinilai menjadi salah satu benteng penting dalam mencegah persoalan sosial.
Jabar menegaskan, menjadi KPM PKH tidak hanya berarti menerima bantuan pemerintah. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk mengelola bantuan secara bijak, menjaga keluarga, mendukung pendidikan anak, memelihara lingkungan dan ikut menciptakan keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Menjadi KPM PKH bukan hanya menerima bantuan. Ada tanggung jawab untuk menjaga keluarga, mendidik anak, menjaga lingkungan dan ikut menjaga ketertiban di masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap P2K2 dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong perubahan nyata dalam kehidupan KPM. Bantuan sosial diharapkan menjadi stimulan agar keluarga semakin berdaya dan secara bertahap mampu berdiri lebih mandiri.
“Harapan kita, KPM PKH ke depan semakin berdaya. Bantuan pemerintah kita manfaatkan dengan baik, anak-anak kita sekolah dan memiliki masa depan, lingkungan kita bersih, keluarga kita aman, dan pada akhirnya keluarga kita semakin mandiri,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembelajaran dan diskusi antara Tim Pendamping PKH bersama 30 KPM PKH Kelurahan Kadia.
Penulis: Sumarlin



