Penulis : Redaksi

MUNA BARAT, MITRANUSANTARA.ID– Final turnamen sepak bola memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia antara Warondo Family FC dan Nihi FC yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, Minggu 30 Agustus 2026, berakhir ricuh dan pertandingan terpaksa dihentikan.

Belum adanya pemenang dalam laga tersebut kemudian menjadi pembahasan panitia bersama koordinator pelaksana kegiatan. Untuk mencari solusi sekaligus menentukan juara secara sportif, panitia menggelar rapat di Kantor Kecamatan Sawerigadi, Rabu (2/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri Camat Sawerigadi, kepala desa atau perwakilan desa setempat, koordinator pelaksana kegiatan, serta manajer kedua kesebelasan.

Dalam rapat itu, Ketua Panitia memutuskan pertandingan final Warondo Family FC kontra Nihi FC akan dilanjutkan melalui pertandingan ulang dengan menggunakan sisa waktu selama satu kali 45 menit.

Pertandingan lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, pada Minggu (6/9/2026).

Keputusan tersebut disepakati seluruh kepala desa atau perwakilan yang hadir, termasuk manajemen Warondo Family FC dan Nihi FC.

Baca Juga  Wamendagri Tinjau Gerakan Pangan Murah di Pantai Nambo, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

Camat Sawerigadi, La Sagala, menjelaskan sebelumnya sempat beredar informasi di media sosial mengenai penetapan Warondo Family FC dan Nihi FC sebagai juara satu bersama.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadinya dan bukan keputusan resmi panitia penyelenggara.

“Berita yang tersebar bahwa juara satu bersama itu murni pendapat saya sendiri. Maka dalam pertemuan kali ini, juara satu bersama gugur dengan sendirinya atau tidak ada juara satu bersama,” tegas La Sagala.

Sementara itu, Ketua Panitia Muslim Salim yang juga Kepala Desa Marobea mengatakan hingga rapat digelar belum ada tim yang ditetapkan sebagai pemenang final.

“Apa yang menjadi polemik antara Warondo Family dengan Nihi, kami bersama Camat dan seluruh koordinator kegiatan sepak bola telah sepakati dan putuskan bahwa untuk menentukan pemenang adalah bertanding ulang dengan sisa waktu satu kali 45 menit,” jelasnya.

Manajer Nihi FC, Lisman, menyatakan timnya menerima keputusan tersebut dan siap kembali bertanding. Namun, ia meminta waktu untuk mempersiapkan kembali skuad karena sebagian pemain telah meninggalkan Muna Barat menuju Kendari.

Baca Juga  Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Kendari Nasaruddin Saud Gelar Reses di Kelurahan Anggilowu

“Kami siap bertanding ulang, tapi jangan dalam waktu dekat ini. Saya akan hubungi pemain yang sudah berangkat di Kendari,” katanya.

Hal senada disampaikan Manajer Warondo Family FC, La Ode Muhammad Karman. Ia menegaskan timnya akan mematuhi keputusan panitia dan siap melanjutkan pertandingan.

“Apa yang menjadi keputusan panitia, saya rasa keputusan yang tepat untuk menentukan pemenang antara Warondo Family FC berhadapan dengan Nihi FC yang sempat tidak dilanjutkan akibat kericuhan terjadi di lapangan,” ujar Karman.

Menurutnya, pertandingan ulang penting untuk menentukan pemenang sejati sekaligus mengakhiri polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

“Untuk menentukan pemenang sejati dan juga menghentikan polemik di tengah-tengah masyarakat saat ini, sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat yang menyaksikan permainan antara kedua tim,” jelasnya.

Karman memastikan Warondo Family FC siap kembali tampil dengan mengedepankan strategi, totalitas, sportivitas dan fair play.

Ia berharap pertandingan lanjutan tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai nilai-nilai positif dalam olahraga.

Baca Juga  Bulog Siapkan 30 Kilogram Beras untuk 27.660 Keluarga di Kendari

“Juara satu bersama sudah sering kali terjadi dan anehnya hanya di Kecamatan Sawerigadi, tidak terjadi di kecamatan lain. Untuk menghilangkan kebiasaan itu, marilah kita tegas dalam mengambil keputusan berdasarkan aturan. Apa artinya aturan kalau tidak dapat dipahami dalam pertandingan,” katanya.

Karman menambahkan, sepak bola pada dasarnya mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari kebijaksanaan, kecerdasan membaca permainan, ketajaman strategi hingga keterampilan.

“Dalam permainan bola kaki mengajarkan kita nilai-nilai kebijaksanaan, memadukan kecerdasan otak, ketajaman strategi dan keterampilan kaki. Yang utama adalah skill membuat permainan menjadi indah dan berarti,” pungkasnya.

Dengan keputusan tersebut, penentuan juara turnamen HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Sawerigadi masih akan ditentukan di lapangan. Warondo Family FC dan Nihi FC akan kembali berhadapan untuk menuntaskan pertandingan yang sebelumnya terhenti, dengan sisa waktu satu kali 45 menit.

Reporter : Laode Abubakar
Editor     : Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow