Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang menyasar keluarga sejak dini. Selain mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemerintah juga memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan baduta.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) Kota Kendari, Jahudding, mengatakan penanganan stunting tidak hanya dilakukan saat anak mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi dimulai sejak sebelum kehamilan melalui edukasi kepada calon pengantin hingga pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

“Fokus kami adalah pencegahan. Melalui Tim Pendamping Keluarga, kami memberikan edukasi kepada calon pengantin agar siap memasuki masa kehamilan, kemudian mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki baduta agar mendapatkan pemahaman mengenai gizi, kesehatan, dan pola pengasuhan yang baik,” ujar Jahudding saat menerima bantuan 48 paket beras, telur, dan susu dari Baznas Kota Kendari, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 525 anggota TPK kini aktif melakukan pendampingan di seluruh wilayah Kota Kendari. Hingga Juli 2026, sekitar 3.000 keluarga telah mendapatkan pendampingan, dengan seluruh aktivitas petugas terdokumentasi melalui aplikasi sebagai bagian dari sistem pemantauan nasional.

Baca Juga  Silaturahim Kendari Semakin Maju Berlanjut, Sosialisasi Program CKG Berlangsung di Jati Mekar

“Setiap kegiatan pendampingan dicatat dalam aplikasi sehingga perkembangan keluarga sasaran dapat dipantau. Saat ini sudah sekitar 3.000 keluarga yang mendapat pendampingan,” katanya.

Selain pendampingan, Dinas Dalduk dan KB juga mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi kelompok sasaran 3B. Dalam program tersebut, kader TPK berperan memastikan bantuan makanan bergizi diterima langsung oleh keluarga penerima manfaat.

Data pelaksanaan MBG menunjukkan, dari target 14.797 penerima manfaat di Kota Kendari, sebanyak 12.720 sasaran telah menerima bantuan atau sekitar 86 persen. Sementara 2.082 sasaran lainnya masih dalam proses penyaluran.

“Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan baduta, bantuan diantar langsung ke rumah penerima. Kader TPK ikut memastikan distribusi berjalan tepat sasaran,” jelasnya.

Menurut Jahudding, upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui edukasi pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Masyarakat didorong memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar lingkungan karena memiliki kandungan gizi yang baik dan mudah dijangkau.

“Kami mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber nutrisi keluarga. Banyak bahan pangan lokal yang nilai gizinya tidak kalah baik jika diolah dengan benar,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang Pilwali Kendari, Yudhianto Mahardhika Kembalikan Formulir di Tiga Parpol

Kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat dalam mendukung program tersebut. Pada Jumat (7/8/2026), Baznas Kota Kendari menyerahkan bantuan berupa beras, telur, dan susu kepada 48 keluarga sasaran stunting.

Dukungan serupa juga diberikan berbagai mitra, di antaranya Persaudaraan Madani yang mendampingi ratusan keluarga, serta perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti Alfamidi, Pertamina, PT Albiru, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang secara rutin menyalurkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting.

Pemerintah Kota Kendari meyakini sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penurunan stunting. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, pemenuhan gizi, serta keterlibatan berbagai pihak, diharapkan lahir generasi Kota Kendari yang lebih sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing di masa depan.

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow