Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Upaya mencegah stunting di Kota Kendari terus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Salah satunya melalui pemberian bantuan protein bagi ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kecamatan Kendari Barat, Rabu (30/9/2026).

Program yang berlangsung di Kantor UPT KB Kecamatan Kendari Barat itu melibatkan Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara serta dunia usaha melalui gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Kepala DPPKB Kota Kendari Jahudding mengatakan, pemberian bantuan protein merupakan bagian dari langkah pemerintah memperkuat percepatan penurunan stunting dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Menurutnya, dukungan dunia usaha menjadi salah satu bagian penting karena persoalan pemenuhan gizi membutuhkan kerja bersama, terutama bagi kelompok yang berada pada masa rentan.

“Melalui arahan dan dukungan Wali Kota Kendari untuk terus memaksimalkan kinerja percepatan penurunan stunting, hari ini dilaksanakan kegiatan pemberian bantuan protein dengan merangkul dunia usaha melalui gerakan orang tua asuh cegah stunting,” jelas Jahudding.

Baca Juga  BPOM dan BPJPH Ungkap Produk Mengandung Babi Berlabel Halal, Ini Daftar Lengkapnya!

Bantuan tersebut menyasar ibu hamil dan baduta di Kecamatan Kendari Barat. Protein yang diberikan berupa telur yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.

Program bersama dunia usaha ini telah memasuki putaran keempat dari enam putaran yang direncanakan. Artinya, penyaluran bantuan masih akan berlanjut pada putaran berikutnya kepada sasaran yang telah ditetapkan.

Dalam program tersebut, Alfamidi menargetkan penyaluran sebanyak 18 ribu butir telur bagi penerima manfaat di Kota Kendari. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan sektor usaha terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat intervensi gizi.

Jahudding menilai keterlibatan dunia usaha dalam program pencegahan stunting menunjukkan bahwa upaya memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Kolaborasi diperlukan agar intervensi dapat menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Pemberian bantuan protein juga menempatkan ibu hamil dan baduta sebagai kelompok yang mendapat perhatian karena pemenuhan gizi pada fase tersebut berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca Juga  Pasar Murah di Balai Kota Diserbu ASN dan Warga, Harga Beras Cuma Rp58 Ribu

Pemkot Kendari melalui DPPKB terus mendorong agar gerakan orang tua asuh tidak berhenti sebagai kegiatan pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi pola kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Dengan enam putaran yang direncanakan, penyaluran bantuan protein diharapkan dapat terus menjangkau sasaran secara bertahap. Pemerintah juga berharap semakin banyak pelaku usaha maupun elemen masyarakat yang terlibat dalam gerakan pencegahan stunting di Kota Kendari.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting harus dimulai sebelum anak lahir dan dilanjutkan melalui pemenuhan kebutuhan gizi pada masa awal pertumbuhan.

Penulis: Sumarlin

Visited 16 times, 16 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow