KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Upaya menekan penyebaran HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di Kota Kendari kini tidak lagi hanya mengandalkan fasilitas kesehatan. Pemerintah Kota Kendari mulai memperkuat keterlibatan dunia usaha, rumah sakit, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari strategi bersama dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
Langkah tersebut mengemuka dalam Forum Penguatan Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan Malaria yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Jumat (31/7/2026).
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun pola kolaborasi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, mewakili Wali Kota Kendari. Amir Hasan mengatakan, tantangan penanganan HIV/AIDS, TBC, dan malaria tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau tenaga kesehatan. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak agar upaya pencegahan maupun pengobatan dapat berjalan lebih efektif.
Menurutnya, penyakit menular tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan seseorang, tetapi juga memengaruhi produktivitas, kondisi sosial, hingga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dunia usaha dapat mengambil bagian melalui penyelenggaraan edukasi kesehatan di lingkungan kerja, penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan, hingga mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, perusahaan juga didorong mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada kegiatan yang mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Amir Hasan mencontohkan kontribusi PLN Nusantara Power Kendari yang telah menyalurkan bantuan CSR berupa paket peningkatan gizi bagi penyandang HIV/AIDS, penderita TBC, dan malaria. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi RSSH Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang menginisiasi forum tersebut sebagai wadah memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan.
Dalam forum itu, peserta tidak hanya berdiskusi mengenai kondisi terkini penanganan penyakit menular, tetapi juga merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pencegahan, memperluas edukasi masyarakat, meningkatkan deteksi dini, serta memperkuat pendampingan bagi para pasien.
Pemerintah Kota Kendari berharap pertemuan tersebut menghasilkan rencana aksi yang terukur, mekanisme monitoring yang berkelanjutan, serta pembagian peran yang jelas antarlembaga sehingga program pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria dapat berjalan lebih efektif.
“Kita harus mengesampingkan ego sektoral. Satukan langkah, satukan sumber daya, dan satukan komitmen karena kesehatan masyarakat adalah investasi terbesar bagi masa depan Kota Kendari,” tegas Amir Hasan.
Melalui penguatan kemitraan ini, Pemerintah Kota Kendari optimistis upaya eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan malaria dapat dipercepat. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap berbagai ancaman penyakit menular.
Hadir dalam forum tersebut Program Coordinator RSSH Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, pimpinan rumah sakit, puskesmas, PMI, camat, unsur perbankan, pelaku usaha, hingga sektor perhotelan.
Penulis: Sumarlin



