KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 dengan menggelar evaluasi pelaksanaan kesehatan haji tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan itu menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai aspek pelayanan yang perlu diperkuat, khususnya dalam bidang kesehatan jemaah.
Pertemuan tersebut dibuka Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kendari, Adriana Musarudin, mewakili Sekretaris Daerah Kota Kendari. Adriana menegaskan bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar agenda tahunan, melainkan amanah besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menunaikan rukun Islam kelima.
Menurutnya, evaluasi menjadi bagian penting untuk mengukur kualitas pelayanan sekaligus menyusun langkah perbaikan agar penyelenggaraan haji di Kota Kendari semakin baik dari tahun ke tahun.
“Evaluasi bukan untuk mencari kekurangan, tetapi melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang harus diperbaiki, serta inovasi apa yang perlu dilakukan agar pelayanan haji Kota Kendari semakin berkualitas,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, meski pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar, pemerintah tetap mencatat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya adalah wafatnya seorang jemaah asal Kota Kendari di Tanah Suci.
Atas peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Kendari menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus menjadikannya sebagai pengingat pentingnya memperkuat pembinaan kesehatan calon jemaah sejak sebelum keberangkatan.
“Pemeriksaan kesehatan, deteksi dini faktor risiko, pembinaan sebelum berangkat, hingga pendampingan selama pelaksanaan ibadah harus terus diperkuat. Kita tidak boleh bekerja secara rutin tanpa evaluasi dan perbaikan,” katanya.
Adriana meminta seluruh instansi terkait mulai mempersiapkan penyelenggaraan kesehatan haji 2027 lebih awal. Menurutnya, pola pelayanan harus bergeser dari yang bersifat menunggu menjadi lebih proaktif, preventif, dan berbasis risiko.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Kendari, Sunardin, mengatakan secara umum penyelenggaraan haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Namun, evaluasi tetap diperlukan karena setiap musim haji selalu menghadirkan tantangan baru.
Ia menegaskan bahwa aspek istitha’ah atau kemampuan kesehatan calon jemaah menjadi syarat yang tidak bisa ditawar.
“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik. Karena itu calon jemaah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara maksimal dan tidak boleh berangkat dalam kondisi sakit,” tegasnya.
Sunardin mengungkapkan sekitar 61 persen jemaah haji Kota Kendari tahun ini merupakan kelompok berisiko tinggi dengan rata-rata berusia di atas 65 tahun. Meski demikian, seluruh jemaah telah melalui proses pembinaan kesehatan dan manasik secara intensif sebelum keberangkatan sehingga kondisi kesehatannya dapat dipantau sejak dini.
Ia juga menjelaskan, Kementerian Haji telah mulai mempersiapkan penyelenggaraan musim haji 2027 lebih awal. Sebanyak 552 calon jemaah asal Kota Kendari telah masuk daftar verifikasi dan dalam waktu dekat datanya akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta pembinaan secara bertahap.
Melalui evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap kualitas pelayanan kesehatan haji terus meningkat sehingga seluruh calon jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, nyaman, dan kembali ke tanah air dalam kondisi terbaik.
Penulis: Sumarlin



