KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kota Kendari mulai mematangkan langkah perbaikan kebocoran pipa transmisi air baku di Jalan Poros Kendari–Konawe. Kerusakan pada jaringan utama yang telah beroperasi sekitar 50 tahun itu menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi distribusi air bersih kepada masyarakat. Rencana penanganan dipaparkan Direktur PDAM Tirta Anoa dalam ekspose kedua yang digelar di lokasi perbaikan, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas tahapan pekerjaan sekaligus koordinasi lintas instansi mengingat lokasi kebocoran berada di ruas jalan nasional.
Direktur PDAM Tirta Anoa Sukriyaman menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta Pemerintah Kota Kendari. Dalam proses tersebut, Pemerintah Kota Kendari berperan sebagai mediator untuk menyelaraskan aspek teknis pekerjaan dengan kewenangan yang dimiliki masing-masing instansi.
“Hasil koordinasi tadi, secara lisan kami sudah diberikan izin untuk melakukan pembongkaran pada ruas jalan nasional. Kewenangan itu berada di BPJN sehingga koordinasi menjadi hal yang sangat penting sebelum pekerjaan dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses penanganan akan dilakukan secara bertahap agar pekerjaan berjalan efektif sekaligus meminimalkan dampak terhadap lalu lintas maupun pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Tahap pertama difokuskan pada identifikasi titik kebocoran yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua hari. Setelah lokasi kerusakan dipastikan, pekerjaan dilanjutkan dengan pembongkaran badan jalan selama tiga hingga empat hari.
Tahap berikutnya adalah perbaikan pipa transmisi yang diperkirakan juga membutuhkan waktu tiga hingga empat hari hingga jaringan kembali berfungsi normal.
Menurutnya, pekerjaan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena pipa transmisi yang mengalami kebocoran merupakan jaringan lama berdiameter sekitar 600 milimeter dengan posisi sekitar tujuh meter di bawah permukaan tanah.
“Pipa ini sudah berusia sekitar 50 tahun dan menjadi jalur utama transmisi air baku dari Pohara menuju Water Treatment Plant (WTP) Ponggolaka. Karena itu, proses pengerjaannya harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur teknis,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman turut meninjau langsung lokasi rencana perbaikan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Kendari terhadap percepatan penanganan kebocoran tersebut.
Pemerintah Kota Kendari berharap koordinasi antara PDAM Tirta Anoa, BPJN, dan seluruh pihak terkait dapat mempercepat proses perbaikan sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat segera kembali normal.
Perbaikan pipa transmisi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan infrastruktur air bersih di Kota Kendari, mengingat jaringan yang diperbaiki merupakan salah satu jalur vital dalam sistem penyediaan air minum bagi ribuan pelanggan.
Dalam melakukan perbaikan ini, PDAM melibatkan stake holder yakni, BPJN, BWSBPBPK, Dinas PUPR Kota Kendari, Dinas Perhubungan Kota Kendari, Polresta Kendari, Danramil Puuwatu, Camat Puuwatu, PT. Telkomdan PLN.
Penulis: Sumarlin



