Penulis : Redaksi

Oleh: Novrizal R Topa

MITRANUSANTARA.ID – Kabupaten Muna kembali menjadi perhatian nasional, tatkala kedatangan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, ke kawasan Liangkobori pada Festival Liangkobori IV Tahun 2026. Hal itu menjadi momentum yang sangat penting bagi perjalanan sejarah dan kebudayaan Muna. Penetapan kawasan Liangkobori dan Liang Metanduno sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional serta dorongan untuk mengusulkannya menjadi warisan dunia UNESCO merupakan kabar yang membanggakan bagi masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara bahkan mungkin Indonesia.

Kebanggaan itu tentu bukan tanpa alasan. Liangkobori bukan sekadar gugusan gua purba yang menyimpan lukisan cadas. Situs ini menyimpan jejak panjang peradaban manusia yang diperkirakan telah ada puluhan ribu tahun silam. Bahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu lukisan cadas di Liang Metanduno diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun, menjadikannya salah satu lukisan cadas tertua di dunia.

Namun, di tengah euforia tersebut, ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan. Jangan sampai kebanggaan hanya berhenti pada seremoni, festival, dan klaim usia situs yang mendunia. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa masyarakat Muna sendiri, terutama generasi mudanya, mengenal, mencintai, dan memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikannya.

Pertanyaannya sederhana, sudah berapa banyak anak-anak SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Muna yang pernah melihat langsung Liangkobori? Saya meyakini jawabannya belum semuanya. Bahkan mungkin masih banyak pelajar yang hanya mengenal nama Liangkobori dari buku pelajaran atau media sosial, tanpa pernah menyaksikan sendiri kemegahan situs purbakala yang menjadi kebanggaan daerahnya.

Baca Juga  Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI, Menpora Minta Daerah Gelar Nobar Massal

Karena itu, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Muna bersama seluruh pemangku kepentingan merancang program yang lebih membumi dan menyentuh generasi muda. Salah satu gagasan yang dapat diwujudkan adalah Program “Melihat Liangkobori”.

Program ini dapat menjadi agenda rutin yang diperuntukkan bagi seluruh siswa SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Muna. Setiap sekolah secara bergiliran membawa para siswanya untuk mengunjungi situs Liangkobori. Kegiatan tersebut tidak sekadar wisata edukasi, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang sejarah, arkeologi, budaya, dan pentingnya pelestarian warisan leluhur.

Gagasan ini sangat realistis untuk diwujudkan. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kabupaten Muna memiliki sedikitnya 337 satuan pendidikan yang tersebar di 22 kecamatan. Angka ini menunjukkan betapa besar potensi lahirnya generasi pelestari Liangkobori apabila program edukasi sejarah dan kebudayaan dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Jika seluruh satuan pendidikan diberi kesempatan mengunjungi Liangkobori secara bergiliran, maka dalam beberapa tahun ke depan, puluhan ribu pelajar Muna akan memiliki pengalaman langsung menyaksikan salah satu situs purbakala paling penting di Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga  Forum Eksekutif Bank Sultra Bahas Penguatan Modal dan Transformasi Bisnis

Program “Melihat Liangkobori” tidak harus dipandang sebagai kegiatan wisata semata, melainkan sebagai investasi peradaban. Anak-anak Muna perlu diberi kesempatan untuk melihat sejarahnya sendiri, memahami makna pelestarian, dan tumbuh dengan kebanggaan bahwa daerahnya menyimpan jejak kehidupan manusia purba yang mendunia. Dengan demikian, Liangkobori tidak hanya menjadi milik para peneliti, pemerintah, atau wisatawan, tetapi menjadi bagian dari identitas yang hidup di tengah masyarakat Muna.

Bayangkan jika setiap anak di Kabupaten Muna memiliki pengalaman berdiri di depan lukisan cadas yang telah ada sejak puluhan ribu tahun lalu. Mereka tidak hanya akan melihat batu dan gua, tetapi juga akan memahami bahwa mereka adalah bagian dari sejarah besar peradaban manusia yang lahir dan tumbuh di tanah Muna.

Program ini juga dapat dikemas dengan berbagai kegiatan menarik, seperti pengenalan sejarah Liangkobori, pemutaran film dokumenter, lomba menulis pengalaman berkunjung, hingga pembuatan buku cerita sederhana oleh para pelajar tentang Liangkobori. Dengan demikian, pelestarian situs purbakala tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau para peneliti, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.

Jika setiap pelajar yang pernah mengunjungi Liangkobori mampu menceritakan kembali apa yang dilihatnya kepada keluarga dan teman-temannya, maka pelestarian situs ini tidak lagi bergantung pada papan informasi atau festival tahunan. Pelestarian akan tumbuh secara alami melalui cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Warisan budaya yang paling kuat bukanlah yang tersimpan di dalam gua, melainkan yang hidup di dalam ingatan dan kesadaran masyarakatnya sendiri.

Baca Juga  Koperasi Merah Putih Siap Lengkap Seratus Persen, Muna Percepat Legalitas Dua Desa Tersisa

Kedatangan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia hendaknya kita maknai sebagai tonggak motivasi untuk menggaungkan Liangkobori dari masyarakatnya sendiri. Jangan sampai dunia lebih dahulu mengenal Liangkobori dibanding anak-anak Muna sendiri.

Pelestarian sebuah situs budaya tidak cukup hanya dengan menetapkan status cagar budaya. Pelestarian yang sesungguhnya terjadi ketika masyarakat merasa memiliki dan memahami nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Dan rasa memiliki itu harus ditanamkan sejak usia dini.

Liangkobori adalah titipan sejarah bagi generasi hari ini untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Tugas kita bukan hanya menjaga batu-batu purba itu tetap berdiri, tetapi juga memastikan kisah di baliknya terus hidup dalam ingatan anak-anak kita.

Melalui momentum peringatan hari anak nasional yang jatuh pada 23 Juli, mari kita jaga dan lestarikan bersama Situs Liangkobori. Biarkan anak-anak Muna melihatnya hari ini, agar kelak mereka dapat menceritakannya kepada anak dan cucunya. Sebab, sebuah peradaban akan tetap hidup selama masih ada generasi yang mengenalnya, mencintainya, dan berkomitmen untuk menjaganya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow