KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 berlangsung tertutup di gedung rektorat, Selasa (13/10/2026).
Salah satu momen menarik dalam proses pemilihan tersebut adalah kehadiran Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dr. Suhadi, yang menggunakan hak suaranya di front office Gedung Rektorat UHO karena kondisi kesehatan.
Pantauan mitranusantara.id, proses pemilihan rektor dilakukan secara tertutup. Dr. Suhadi menjadi pemilih terakhir yang menggunakan hak suara. Dia hadir menggunakan tongkat menuju rektorat karena sedang sakit, ia tidak menuju lokasi pemungutan suara seperti pemilih lainnya, melainkan memberikan suara di front office rektorat dengan dikawal panitia pemilihan. Usai menyalurkan hak pilihnya Dekan Kesmas langsung pulang.
Pelaksanaan pemilihan ini menjadi tahapan penting dalam menentukan pemimpin baru kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut. Proses pemungutan suara turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., yang hadir mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pemilihan rektor UHO menggunakan sistem penggabungan suara Senat Universitas dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berdasarkan ketentuan pembobotan, suara Senat UHO memiliki porsi 65 persen, sedangkan suara menteri berbobot 35 persen.
Dari total 49 anggota Senat UHO, 48 menggunakan hak suara menggunakan hak suaranya dalam pemilihan tersebut. Perolehan suara dari kedua unsur itu menjadi bagian penentu untuk menetapkan rektor terpilih.
Tiga kandidat bersaing pada tahap akhir pemilihan setelah melewati proses penyaringan dalam rapat senat sebelumnya. Mereka adalah Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., yang memperoleh 15 suara pada tahap penyaringan.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., meraih 11 suara, sedangkan Dr. H. Herman, S.H., LL.M., memperoleh 10 suara pada tahapan yang sama.
Ketiga kandidat tersebut memasuki proses penentuan akhir melalui mekanisme pemungutan suara dengan komposisi Senat UHO dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pemilihan ini menjadi perhatian civitas akademika UHO karena hasilnya akan menentukan arah kepemimpinan universitas ke depan. Proses pemilihan diharapkan menghasilkan rektor yang mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan mutu pendidikan, serta mendorong pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Penulis: Sumarlin










