KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Perkumpulan Pemanah Berkuda (PERDANA) Sulawesi Tenggara mulai menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga panahan dan berkuda di daerah.
Ketua DPD PERDANA Sultra Rachmad Muqtadir mengatakan, sejak mendapat amanah memimpin organisasi tersebut, pihaknya berupaya menjalankan tanggung jawab dengan menyusun program yang dapat dilaksanakan secara bertahap.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan sarana pendukung. Saat ini, PERDANA Sultra telah memiliki tiga ekor kuda yang masih berada di Jawa dan direncanakan dibawa ke Sulawesi Tenggara.
Selain penguatan internal, PERDANA Sultra juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam jangka pendek, organisasi tersebut turut mendukung pelaksanaan Al-Hanan Cup 1 yang digelar Pemanah Indonesia (PI) pada 10–11 Oktober 2026 di AJB Stable.
Menurut Rachmad, meski kegiatan tersebut berada di bawah organisasi berbeda, PERDANA memandang kegiatan panahan sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat.
“Walaupun beda organisasi, ini adalah bagian dari sunnah, sama-sama memanah. Kami turut andil dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
PERDANA Sultra juga dijadwalkan menyambut kedatangan Coach Irul, salah satu sesepuh panahan Indonesia dari Jawa Timur yang dikenal aktif mengikuti kompetisi panahan hingga ke Turki. Kedatangannya diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring sekaligus menambah wawasan para pemanah di Sulawesi Tenggara.
Rachmad menyebut potensi panahan, khususnya horsebow atau panahan tradisional, di Sulawesi Tenggara cukup besar. Minat tersebut tidak hanya datang dari kalangan dewasa, tetapi juga anak-anak.

Ia menyebut sejumlah anak usia taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi telah mulai mengenal olahraga panahan. Dalam kegiatan Al-Hanan Cup 1, kelas pertandingan juga disiapkan berdasarkan usia dan kategori, termasuk kelas 5, 10, 15, 30 hingga 50 meter.
Bagi PERDANA, pengembangan olahraga tidak hanya berfokus pada ground archery, tetapi juga diarahkan pada horseback archery atau panahan berkuda yang menjadi ciri utama organisasi.
“Karena sesuai dengan nama PERDANA, kami bukan hanya memikirkan ground atau horsebow, tetapi ada dua aspek, yakni ground archery dan horseback archery,” jelasnya.
Untuk program jangka menengah, PERDANA Sultra berencana menggelar Musyawarah PERDANA Sultra sekaligus kegiatan Latber PERDANA Sultra. Organisasi ini juga akan mengajak tokoh masyarakat, pemangku kepentingan, pemerintah, anggota legislatif serta para pemanah dari berbagai kabupaten untuk bergabung dan mendukung pengembangan olahraga tersebut.
Sejumlah komunikasi telah dilakukan dengan komunitas pemanah dari Kota Kendari, Konawe, Kolaka, dan Bombana.
Sementara untuk jangka panjang, PERDANA Sultra menyiapkan rencana menggelar PERDANA Sultra Cup 1. Event tersebut ditargetkan menjadi ajang yang mempertemukan pemanah dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Bahkan, PERDANA Sultra menyiapkan gagasan memberikan kesempatan kepada juara kategori dewasa ikhwan untuk mengikuti kompetisi di Turki pada tahun berikutnya.
Di sisi lain, PERDANA Sultra juga mulai menjajaki kegiatan sosialisasi panahan kepada masyarakat melalui agenda family gathering keluarga Kominfo Kota Kendari berdasarkan undangan panitia. Kegiatan tersebut akan diisi dengan pengenalan dasar panahan sekaligus praktik bagi peserta.
Rachmad menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan panahan. Peserta pemula, terutama anak-anak, harus mendapatkan pendampingan pelatih karena penggunaan busur dan anak panah memiliki aturan serta tata cara khusus.
“Kami akan sosialisasi sekaligus mengajarkan bagaimana cara memanah dengan benar dan aman. Karena ini alat yang membutuhkan aturan dan adab. Tempatnya harus disterilkan dan peserta harus mendapat pendampingan, terutama yang baru dan anak-anak,” pungkasnya.
Penulis: Sumarlin










