Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si., memperoleh 42 suara dalam pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 yang berlangsung di Kendari, Selasa (13/10/2026).

Hasil tersebut menempatkannya di atas dua kandidat lainnya, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., dan Dr. H. Herman, S.H., LL.M., yang masing-masing memperoleh 18 suara dan 13 suara berdasarkan data hasil pemilihan.

Proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme gabungan suara Senat UHO dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., hadir mewakili menteri dalam tahapan pemilihan tersebut.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UHO, Prof. Dr. Ali Bain, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pemilihan telah selesai dilaksanakan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah proses pemilihan rektor UHO periode 2026–2030 hari ini telah selesai dengan aman dan lancar dan tanpa satu pun kendala,” ujarnya.

Baca Juga  Pemilihan Rektor UHO Berlangsung Tertutup, Dekan Kesmas Terakhir Salurkan Hak Suara

Setelah pemungutan suara, tahapan selanjutnya adalah penyusunan berita acara oleh senat untuk kemudian dilaporkan secara tertulis kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Proses berikutnya menjadi kewenangan kementerian sebelum pelantikan rektor terpilih.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wamen Prof. Dr. Fauzan menilai pemilihan rektor merupakan bagian dari siklus organisasi perguruan tinggi yang berlangsung secara berkala. Menurutnya, perhatian utama setelah proses pemilihan justru terletak pada kinerja dan kemampuan pemimpin universitas menghadapi tantangan ke depan.

“Jadi yang substansial, justru yang menantang justru berada pada kinerja. Kinerja,” kata Fauzan.

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan di lingkungan kampus. Institusi pendidikan tinggi juga harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial.

“Perguruan tinggi harus turun gunung, perguruan tinggi tidak boleh berada dalam menara gading, tetapi harus menjadi entitas sosial,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, perguruan tinggi harus mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kepemimpinan UHO ke depan diharapkan mampu mendorong kampus agar semakin berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga  Pemkab Muna Luncurkan SIPANDAI 2026, Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Pajak Daerah

Hasil pemilihan ini menjadi awal bagi proses penetapan dan pelantikan rektor UHO periode 2026–2030. Setelah seluruh tahapan administrasi diselesaikan, kepemimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan pengembangan universitas sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia.

Penulis: Sumarlin

Visited 413 times, 482 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow