KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Wali Kota Kendari Siska Karina Imran melantik dan mengambil sumpah/janji 14 pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional dan lurah di lingkungan Pemkot Kendari. Pelantikan berlangsung di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat (4/9/2026).
Pengangkatan dan mutasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 677 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dan Mutasi dalam Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Kendari.
Sebanyak 14 pejabat dilantik dan menempati sejumlah posisi strategis. Mereka antara lain Yusran Wahyudi sebagai Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Munafri sebagai Sekretaris Dinas Pertanian, serta Muhammad Asagaf Kasim sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kendari.
Selanjutnya Alamsyah dipercaya sebagai Kepala Bidang Pendapatan Wilayah III Bapenda, Arfan Saputra sebagai Kepala Bidang Pengawasan Bapenda, Salmon Padang sebagai Kepala Seksi Pengembangan Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Dispora, serta Nurwardi Sutrisno sebagai Kepala Seksi Persandian Diskominfo.
Sementara itu, sejumlah pejabat juga mendapat amanah sebagai lurah, yakni Aguston sebagai Lurah Pondambea, Syarifuddin sebagai Lurah Purirano, Bashar Kalabe sebagai Lurah Poasia, Muhammad Faizal Mondoali sebagai Lurah Talia, dan Erwin Jaya sebagai Lurah Benua Nirae.
Pejabat lainnya yakni Malarangan Jaya sebagai Kepala Seksi Syarat Kerja dan Pembinaan Kelembagaan Hubungan Industrial Disnakerperin serta Aryanti Patiung sebagai Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari.
Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, mengatakan pelantikan bukan sekadar proses administrasi kepegawaian, tetapi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara administratif, moral, dan kepada Allah SWT. Karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta bekerja dengan kompetensi, integritas dan komitmen pelayanan.
Wali Kota menegaskan dalam pelantikan pejabat dilingkungan pemerintah Kota Kendari tidak ada jual beli jabatan.
“Kalau saya dengar kalau sudah 3 orang yang datang sampaikan saya, saya turunkan tim inti saya, tim khusus yang kalian tidak lihat, yang kalian tidak tahu itu siapa dia. Karena ini sudah ada berembus isu, “Duh katanya ini yang mau jadi kepala sekolah membayar. Membayar sama siapa?”, tegas Wali Kota.
Perhatian khusus diberikan kepada para lurah. Wali Kota Siska menegaskan lurah merupakan ujung tombak pemerintah daerah sekaligus perwakilan wali kota di wilayah masing-masing.
“Lurah itu ibarat wali kota kecil,” tegas Siska.
Karena berada paling dekat dengan masyarakat, lurah diminta responsif dan siap memberikan pelayanan selama 7 x 24 jam. Mereka juga harus mengetahui kondisi wilayah, termasuk persoalan sosial, kesehatan, administrasi kependudukan, kebersihan hingga kebutuhan masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah.
Siska juga mengingatkan lurah agar memahami struktur organisasi dan seluruh unsur yang menjadi mitra kerja di tingkat kelurahan, mulai dari RT, RW, LPM, Karang Taruna, Posyandu hingga PKK.
“Jangan apatis terhadap lingkungannya. Misalkan lingkungan ada sampah, dia lihat terus dia tidak hiraukan,” ujarnya.
Untuk memastikan hal tersebut berjalan, Siska mengatakan dirinya akan melakukan kunjungan mendadak ke kelurahan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Wali Kota meminta para lurah memastikan wilayahnya aman, bersih dan pelayanan masyarakat berjalan sebagaimana mestinya, termasuk berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Selain itu, Pemkot Kendari menerapkan mekanisme weekly report bagi lurah untuk melaporkan kondisi wilayah masing-masing. Laporan tersebut mencakup berbagai persoalan masyarakat, seperti warga yang membutuhkan bantuan pangan, warga sakit, persoalan administrasi kependudukan maupun keluhan pelayanan publik.
“Kalau ada yang mengeluh ini, lurah yang tanggung jawab. Karena itu tugasnya. Tugasnya apa? Memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya,” kata Siska.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, Siska juga meminta aparatur tidak lagi bekerja dengan pola lama. Birokrasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan akuntabel.
Ketua Komwil VI APEKSI ini, meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera memahami tugas pokok dan fungsi serta target kinerja masing-masing. Koordinasi dengan pimpinan perangkat daerah juga harus diperkuat agar setiap kebijakan dan langkah kerja tetap berada dalam satu garis komando.
Siska turut mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar tidak tergesa-gesa mengambil langkah yang berpotensi menimbulkan persoalan.
“Kalau baru dilantik jangan buat blunder, beradaptasi, kompak, ikuti arahan pimpinan, jangan melampaui pimpinan,” pesannya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas birokrasi sekaligus mendorong aparatur Pemkot Kendari bekerja lebih responsif, disiplin dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penulis: Sumarlin



