Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat sinergi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Program MBG Tahun 2026 yang digelar di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (3/8/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan keberhasilan program unggulan Presiden RI itu tidak dapat dibebankan hanya kepada Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus terlibat aktif agar pelaksanaan program berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Program MBG adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah, Forkopimda, perangkat daerah, dunia usaha hingga masyarakat harus bergerak bersama agar pelaksanaannya berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan di daerah,” ujarnya.

Siska mengatakan, rapat koordinasi tersebut digelar sebagai forum evaluasi sekaligus penyamaan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG di Kota Kendari. Ia menilai koordinasi yang intensif menjadi kunci keberhasilan program, mengingat di sejumlah daerah masih ditemukan kendala komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaksana MBG.

Baca Juga  Kota Kendari Sabet Penghargaan GFS Strategis Awards 2025

“Kita bersyukur di Kota Kendari koordinasi antara pemerintah daerah, BGN, SPPG dan seluruh mitra berjalan sangat baik. Kondisi seperti ini harus terus dipertahankan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Selain mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, Wali Kota menilai MBG memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Program ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pertanian.

Karena itu, Siska meminta seluruh kebutuhan bahan pangan dapur MBG diprioritaskan berasal dari Kota Kendari. Ia mengajak seluruh SPPG memanfaatkan potensi pertanian, perikanan, peternakan, hingga produk UMKM lokal agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

“Jangan sampai dapur MBG membeli kebutuhan pokok dari luar daerah jika di Kota Kendari tersedia. Manfaatkan produk petani, nelayan, UMKM dan Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk di 65 kelurahan. Dengan begitu ekonomi masyarakat kita ikut bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, mengungkapkan hingga saat ini terdapat 112.193 penerima manfaat program MBG di Kota Kendari. Jumlah tersebut terdiri atas 90.880 peserta didik, 8.448 tenaga pendidik, dan 12.865 kelompok 3B.

Baca Juga  Sinergi Pemkot dan Kejari Kendari Diperkuat, Wali Kota Pastikan Pendampingan Hukum Tanpa Intervensi

Menurutnya, cakupan layanan MBG di Kota Kendari telah melampaui 90 persen dengan dukungan 41 SPPG, meski lima di antaranya masih menjalani penghentian sementara untuk perbaikan fasilitas sehingga saat ini terdapat 35 SPPG yang aktif beroperasi.

“Program ini juga telah menyerap 2.042 tenaga kerja di Kota Kendari, mulai dari kepala SPPG, tenaga administrasi, ahli gizi, akuntan hingga relawan yang bertugas di dapur pelayanan,” jelas Mulyadi.

Ia menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum perbaikan tata kelola program MBG setelah berbagai evaluasi dilakukan oleh Badan Gizi Nasional. Fokus pembenahan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, pemenuhan standar operasional, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Koordinator SPPG/BGN Regional Sulawesi Tenggara, Maharanny Puspaningrum, mengungkapkan sebanyak 95,4 persen tenaga kerja yang terlibat dalam operasional SPPG merupakan masyarakat asli Kota Kendari. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan program MBG telah memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia juga menjelaskan seluruh SPPG didorong memenuhi berbagai standar pelayanan, mulai dari Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal hingga keberadaan chef bersertifikat.

Baca Juga  316 Korban Banjir Dapat Bantuan Kebutuhan Pokok dari Pemerintah Kota Kendari

“Saat ini seluruh SPPG terus didampingi Dinas Kesehatan Kota Kendari dalam pemenuhan standar sanitasi dan keamanan pangan,” ungkapnya.

Melalui penguatan koordinasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Kendari berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, nelayan, UMKM, koperasi, dan tenaga kerja di daerah.

Penulis: Sumarlin

Visited 32 times, 32 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow