Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui peluncuran Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Indonesia Menabung 2026. Peluncuran pembukaan Simpan Pelajar (Simpel) dipusatkan di Lapangan Parkir Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Peluncuran program dihadiri Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, Kepala LPS unsur perbankan, kepala sekolah, guru, serta ribuan pelajar SD dan SMP.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan Program KEJAR merupakan program nasional yang bertujuan mendorong setiap pelajar memiliki rekening tabungan sebagai sarana belajar mengelola keuangan sejak dini. Program tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya gemar menabung sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Menurut Siska, Pemerintah Kota Kendari berkomitmen mendukung penuh target satu rekening untuk setiap pelajar. Dari total 55.763 siswa SD dan SMP di bawah naungan Pemerintah Kota Kendari, sekitar 50.537 siswa atau lebih dari 90 persen telah memiliki rekening tabungan.

Baca Juga  DJP Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Terkait Core Tax Administration System (Coretax)

“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mencapai target 100 persen. Kita ingin seluruh siswa memiliki rekening dan terbiasa menabung sejak dini sesuai arahan program nasional,” ujarnya.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk sponsor yang membantu penyediaan saldo awal pembukaan rekening bagi para pelajar. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah nyata agar anak-anak dapat mulai menabung tanpa terbebani biaya setoran awal.

Siska menegaskan budaya menabung harus terus ditanamkan sebagai kebiasaan hidup, bukan sekadar memenuhi target program pemerintah. Menurutnya, kebiasaan mengelola keuangan sejak kecil akan membentuk karakter anak menjadi lebih disiplin, hemat, dan bertanggung jawab.

“Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” katanya.

Ia juga mengenang kebiasaan menabung menggunakan celengan saat masih kecil. Kini, lanjutnya, perkembangan layanan perbankan telah memberikan kemudahan bagi anak-anak untuk menabung secara aman melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Baca Juga  Wali Kota Kendari Tinjau Kantong Lumpur di Wua-Wua, Diduga Penyebab Banjir

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kota Kendari bersama Bank Indonesia, LPS, Bank Sultra, BPR Bahteramas, Dinas Pendidikan dan seluruh sekolah dalam menyukseskan Program KEJAR.

Ia mengungkapkan hingga peluncuran program tersebut telah terbuka sebanyak 60.819 rekening SimPel bagi pelajar di Kota Kendari. Capaian itu dinilai bukan sekadar angka, melainkan bukti tumbuhnya budaya menabung di kalangan pelajar.

“Rekening hanyalah langkah awal. Yang paling penting adalah bagaimana rekening itu terus aktif karena diisi secara rutin. Dari situlah kebiasaan menabung benar-benar terbentuk,” ujarnya.

Bismi juga mengingatkan pentingnya pendidikan keuangan sejak dini di tengah pesatnya perkembangan era digital. Menurutnya, literasi keuangan menjadi benteng bagi generasi muda agar terhindar dari berbagai risiko seperti investasi ilegal, pinjaman daring ilegal hingga judi online.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Edwin Permadi menegaskan dukungan BI terhadap Program KEJAR merupakan bagian dari penguatan ekosistem keuangan nasional. Selain memperkenalkan budaya menabung, BI juga akan mengintegrasikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta perlindungan konsumen dalam berbagai kegiatan literasi keuangan.

Baca Juga  STIKOM 22 Januari Kendari Gelar Wisuda, 81 Lulusan Siap Berkarir

Ia menambahkan, sinergi dengan Pemerintah Kota Kendari akan terus diperkuat melalui berbagai agenda edukasi, termasuk Maimo Festival yang akan digelar awal Agustus mendatang dengan menghadirkan literasi keuangan, festival UMKM, hingga berbagai kompetisi edukatif bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan Wilayah Sulawesi Maluku Papua Fuad Zain,  menjelaskan di Sulawesi Tenggara, cakupan penjaminan LPS sudah mencapai 99,98%.

“Kita harapkan dengan adanya LPS, dengan penjaminan simpanan LPS, ya masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi dengan tindakan-tindakan yang yang lebih merugikan,” ujarnya.

Melalui Program KEJAR, Pemerintah Kota Kendari berharap lahir generasi yang lebih bijak mengelola keuangan, memiliki karakter gemar menabung, serta siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.

Penulis: Sumarlin

Visited 25 times, 30 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow