KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Kepulan asap dan kobaran api membuat warga Perumahan Wardana, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, panik. Kebakaran melanda lahan kosong di sekitar permukiman sekira pukul 11.00 Wita, Kamis (13/8/2026).
Api dengan cepat membesar hingga terlihat dari kawasan jalan utama. Kondisi tersebut membuat warga khawatir kobaran api merembet ke rumah-rumah yang berada tidak jauh dari lokasi.
Salah seorang warga Perumahan Wardana, Fatolosa Daeli, mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan tetangganya. Saat keluar rumah, ia melihat api sudah cukup besar sehingga memilih segera menginformasikan kejadian tersebut kepada warga lain dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Tadi sebenarnya tetangga berteriak. Saya langsung keluar. Saya lihat api sudah besar, percuma kita padamkan sendiri. Makanya saya posting di grup dan kasih tahu teman-teman yang bisa membantu menghubungi pemadam,” ujar Fatolosa.
Menurutnya, setelah menyampaikan informasi melalui grup warga, ia langsung menuju kantor pemadam kebakaran untuk memastikan laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Namun, saat tiba, kendaraan pemadam sudah bergerak menuju lokasi.
“Saya ke pemadam, ternyata mobil sudah jalan. Akhirnya saya pulang,” katanya.
Fatolosa mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Saat pertama kali melihat kondisi di lapangan, api sudah membesar di kawasan lahan kosong yang berada dekat jalan besar.
Ia menyebut lahan tersebut bukan pertama kali mengalami kebakaran. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, api juga pernah muncul di kawasan yang sama. Bahkan, menurutnya, pernah ada warga yang membakar ban di sekitar lokasi.
“Ini lahan kosong dan sudah beberapa kali kebakaran memang. Kadang-kadang orang pernah bakar ban di situ,” ungkapnya.

Namun, kebakaran kali ini dinilai warga lebih mengkhawatirkan karena kobaran api mencapai bagian lahan yang selama ini belum pernah terdampak separah kejadian sebelumnya.
“Ini paling besar. Sebenarnya pernah ada yang besar juga, tapi waktu itu ke arah sana. Kalau yang sekarang sampai di sini, sebelumnya belum pernah,” jelas Fatolosa.
Kekhawatiran warga cukup beralasan lantaran kawasan tersebut berada berdekatan dengan permukiman. Fatolosa memperkirakan terdapat sekitar 60 rumah di kawasan BTN Wardana jika dihitung dalam lingkup RT setempat.
Ia mengaku semakin cemas karena rumahnya berada di bagian paling ujung dan relatif dekat dengan lokasi kebakaran.
“Sangat khawatir, apalagi rumah saya dekat sini, paling ujung. Makanya saya segera posting tadi dan hubungi Damkar,” ujarnya.
Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak melakukan penanganan. Laporan juga disampaikan melalui layanan darurat 112.
Sebanyak dua regu pemadam dikerahkan untuk menjinakkan sekaligus mengendalikan kobaran api. Satu regu bergerak dari Markas Komando (Mako), sementara satu regu lainnya diterjunkan dari Pos Pemadam Kebakaran Poasia.
Proses pemadaman turut mendapat dukungan dari masyarakat sekitar yang membantu petugas mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke arah permukiman.
Lurah Anggoeya, Muh Idil, juga turun langsung ke lokasi dan ikut membantu proses pemadaman bersama petugas serta warga.
Penanganan dilakukan untuk memastikan kobaran api dapat dikendalikan dan tidak merambat ke rumah-rumah warga. Hingga proses pemadaman berlangsung, belum ada informasi mengenai adanya korban maupun kerugian akibat kebakaran tersebut.
Kebakaran ini kembali menjadi perhatian warga terhadap kondisi lahan kosong di sekitar permukiman, terlebih kawasan tersebut disebut telah beberapa kali mengalami kejadian serupa. Warga berharap penanganan terhadap lahan yang rawan terbakar dapat dilakukan agar kejadian yang sama tidak kembali mengancam permukiman.
Penulis: Sumarlin



