KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Di saat sebagian besar mahasiswa seusianya masih berjuang menyelesaikan satu program studi, Anna Amatullah justru berhasil menorehkan prestasi yang terbilang langka. Perempuan berusia 21 tahun ini sukses meraih dua gelar sarjana sekaligus, yakni Sarjana Hukum dan Sarjana Kedokteran, pada tahun 2026.
Dengan disiplin, manajemen waktu yang ketat, dan tekad yang kuat, Anna mampu menuntaskan dua bidang ilmu yang memiliki karakter dan tingkat kesulitan berbeda.
Perjalanan akademik Anna dimulai pada tahun 2020. Saat itu, di usia yang baru menginjak 15 tahun, ia diterima sebagai mahasiswa Program Studi Hukum di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pilihan tersebut menjadi langkah awalnya mendalami dunia hukum dan peraturan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun semangat belajarnya tidak berhenti di sana. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2022, Anna kembali mengambil tantangan baru dengan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Keputusan itu membuatnya harus membagi fokus antara dua disiplin ilmu yang sama-sama menuntut dedikasi tinggi.
Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan kedokteran, wanita kelahiran Kendari ini, tetap berupaya mempertahankan studi hukumnya. Pada tahun 2023, ia melanjutkan pendidikan hukum melalui program transfer ke Universitas Terbuka (UT) agar dapat lebih fleksibel mengatur jadwal kuliah tanpa mengabaikan kewajibannya sebagai mahasiswa kedokteran.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2026, Anna berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dan Sarjana Kedokteran secara bersamaan. Prestasi itu menjadikannya salah satu lulusan muda yang berhasil menguasai dua bidang keilmuan yang sangat berbeda namun sama-sama strategis.
Anna mengaku perjalanan akademiknya tidak selalu mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari membagi waktu belajar, menyelesaikan tugas, hingga menjaga konsistensi di tengah tekanan akademik yang tinggi.
“Banyak orang menganggap usia muda menjadi keterbatasan untuk melakukan hal besar. Saya justru percaya bahwa usia muda adalah kesempatan untuk belajar sebanyak mungkin dan mencoba berbagai hal yang positif,” ujar Anna.
Menurutnya, kunci utama dalam menjalani dua program studi sekaligus adalah komitmen dan kedisiplinan. Ia selalu berusaha memanfaatkan waktu secara efektif dan menetapkan target yang jelas dalam setiap tahap pendidikan yang dijalani.
“Tidak ada yang instan. Semua membutuhkan proses, pengorbanan, dan kerja keras. Yang terpenting adalah tetap fokus pada tujuan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan tentunya dukungan orang tua,” katanya.
Anna berharap kisah perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak takut menghadapi tantangan baru.
“Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman seusia saya bahwa jangan pernah membatasi mimpi hanya karena usia atau keadaan. Terus belajar, berani mengambil peluang, dan percayalah bahwa kerja keras akan membawa kita pada hasil yang terbaik,” ungkapnya.
Prestasi yang diraih Anna Amatullah menjadi inspirasi bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh usia semata, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, berproses, dan konsisten mengejar cita-cita. Di usia 21 tahun, ia telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan melalui dedikasi dan kerja keras yang luar biasa.
Penulis: Sumarlin



