Penulis : Redaksi

KOLAKA, MITRANUSANTARA.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab petani. PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kini menggandeng prajurit TNI untuk ikut terlibat dalam pengembangan pertanian organik berkelanjutan.

Sebanyak 30 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 869 Taawu mengikuti pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSLRB) yang digelar PT Vale di Kolaka. Pelatihan intensif selama lima hari tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan sekaligus keterampilan mengelola pertanian organik yang ramah lingkungan.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat, dan unsur TNI.

Menariknya, sebagian besar peserta memulai pelatihan tanpa latar belakang di bidang pertanian. Meski demikian, semangat belajar para prajurit mendapat apresiasi dari para instruktur karena dinilai menunjukkan antusiasme tinggi sejak hari pertama kegiatan.

Konsultan Pertanian Organik dari Aliksa Organik SRI Consultant, Koko Komamin, menjelaskan pelatihan diawali dengan mengubah cara pandang peserta terhadap praktik pertanian modern yang selama ini bergantung pada pupuk kimia dan pestisida sintetis.

Baca Juga  8.700 Pelaku UMKM Terverifikasi,  Modal Usaha Rp 5 Juta Tanpa Bunga Siap Disalurkan

Menurutnya, penggunaan bahan kimia secara berlebihan justru menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas tanah, produktivitas tanaman, hingga meningkatnya serangan hama.

“Kami mencoba membongkar kebekuan pikiran para prajurit agar beralih ke konsep ekologi tanah. Mereka diajak memahami secara mendalam sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. Dengan mengoptimalkan bahan organik di dalam tanah, nutrisi tanaman sebenarnya sudah tersedia secara mandiri tanpa harus terus-menerus mendatangkan input dari luar,” ujar Koko.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori mengenai ekologi tanah, tetapi juga praktik langsung budidaya tanaman organik. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta akan menyusun rencana aksi sebagai langkah penerapan ilmu yang diperoleh di lingkungan Yonif 869 Taawu.

Senior Coordinator External Relation PT Vale IGP Pomalaa, Charles Cristian, mengatakan keterlibatan Yonif 869 Taawu menjadi bagian dari penguatan kemitraan strategis perusahaan dalam membangun kawasan yang berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah, prajurit TNI juga memiliki kesempatan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga  PT Vale Komit Jaga Bumi, Bersih-Bersih Gunung Bawakaraeng & Edukasi Daur Ulang Plastik

“Ini adalah langkah yang sangat baik di mana PT Vale berperan sebagai motivator bagi teman-teman TNI. Jika selama ini urusan utama mereka identik dengan persenjataan, melalui pelatihan PSLRB ini kita bersama-sama mengalihkan energi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pangan bangsa,” kata Charles.

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam program pertanian organik diharapkan mampu memperluas penyebaran praktik pertanian sehat ke berbagai daerah. Bekal yang diperoleh selama pelatihan tidak hanya dapat diterapkan di lingkungan kesatuan, tetapi juga menjadi modal ketika para prajurit bertugas di wilayah lain.

Bagi PT Vale, program ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Pertanian organik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, memperbaiki kualitas tanah, serta menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.

Melalui pelatihan ini, PT Vale berharap lahir agen-agen baru penggerak pertanian ramah lingkungan yang mampu mendorong kemandirian pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan maupun di daerah lain di Indonesia.

Baca Juga  Festival Liangkobori IV Dibuka Menbud Fadli Zon, Gua Metanduno Segera Jadi Cagar Budaya Nasional

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow