Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar pasar rakyat memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor dinas tersebut, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan  diawali dengan penyerahan Sertifikat Koperasi Sehat kepada lima koperasi simpan pinjam yang dinilai memiliki tata kelola terbaik. Setelah itu, masyarakat memadati stan-stan pasar rakyat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Momentum apresiasi bagi gerakan koperasi, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui Pasar Rakyat yang menyediakan bahan pangan murah, layanan kesehatan gratis, hingga ruang promosi bagi pelaku UMKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara, LM Salihin, mengatakan pasar rakyat menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harkopnas yang diperingati setiap 12 Juli. Kegiatan ini dirancang agar koperasi tidak hanya hadir sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari ini kita rayakan dalam bentuk pasar rakyat dan pemeriksaan kesehatan gratis. Ini kita peruntukkan bagi masyarakat di Kecamatan Kendari Barat dan sekitarnya. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga murah sekaligus memeriahkan Hari Koperasi Nasional,” ujar Salihin.

Baca Juga  Bahas Isu Prioritas Kota, Pemkot Kendari Gandeng PYC Perkuat Program Strategis

Pasar rakyat tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM, koperasi, Bulog, Perumda, hingga sejumlah mitra lainnya. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP Rp55 ribu per lima kilogram, telur ayam Rp45 ribu per rak, bawang merah Rp40 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 ribu per kilogram, minyak goreng Rp22 ribu per liter, serta LPG 3 kilogram seharga Rp20 ribu per tabung bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Selain menyediakan bahan pokok murah, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan menikmati beragam produk UMKM lokal yang dipasarkan selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

Pada kesempatan itu, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra juga memberikan penghargaan kepada koperasi simpan pinjam yang berhasil meraih predikat sehat. Penilaian dilakukan melalui evaluasi terhadap aspek kelembagaan, tata kelola, keuangan, hingga kepatuhan koperasi terhadap regulasi.

Salihin menjelaskan, penilaian kesehatan dilakukan terhadap sekitar 55 koperasi simpan pinjam primer tingkat provinsi yang tersebar di 17 kabupaten dan kota. Dari hasil evaluasi tersebut, lima koperasi dinyatakan memenuhi kategori sehat dan menerima sertifikat secara simbolis.

Baca Juga  Ini Nama 13 Kepala Puskesmas Baru Dilantik, Wali Kota Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan

“Status kesehatan koperasi kami nilai berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Hasilnya ada kategori sehat, cukup sehat, dan dalam pengawasan. Hari ini kami menyerahkan sertifikat kepada lima koperasi yang masuk kategori sehat sebagai bentuk apresiasi atas tata kelola yang baik,” jelasnya.

Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi lain untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Salihin menambahkan, saat ini terdapat sekitar 414 koperasi primer yang menjadi binaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 merupakan koperasi simpan pinjam primer provinsi yang menjadi fokus pembinaan dan penilaian kesehatan secara berkala.

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow