KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Kendari guna mempelajari strategi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Selasa (14/4/2026). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris ini berlangsung di ruang rapat wali kota dan dihadiri sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kudus mengapresiasi perkembangan Kota Kendari yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan. Ia bahkan menyebut indikator sederhana dari geliat ekonomi daerah terlihat dari hadirnya berbagai pusat usaha dan investasi.
“Ini perkembangan yang luar biasa. Secara kasat mata, Kota Kendari memang sudah maju dan menjadi rujukan daerah lain, termasuk wilayah pertambangan di sekitarnya,” ujarnya.
Sam’ani juga memaparkan pengalaman Kabupaten Kudus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peran industri besar seperti Djarum, Sukun, dan Pura Group. Keberadaan industri tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja hingga sekitar 125 ribu orang, tetapi juga memberikan kontribusi besar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Menurutnya, dukungan CSR di Kudus mencakup pembangunan rumah layak huni hingga 400 unit per tahun, pemberian beasiswa, hingga program penghijauan. Ia juga membuka peluang kolaborasi antar daerah, termasuk dukungan bibit tanaman untuk memperkuat program lingkungan di Kendari.
Selain itu, Kudus juga diuntungkan dengan besarnya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang menjadi salah satu penopang pembangunan daerah. Tingginya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadikan Kudus sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di Jawa Tengah, meskipun di sisi lain masih menghadapi tantangan kesenjangan ekonomi.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., memaparkan sejumlah capaian daerah dalam sektor pendidikan dan kesehatan sebagai faktor utama peningkatan IPM. Di sektor pendidikan, Kota Kendari memiliki 429 satuan pendidikan dengan total sekitar 15.289 siswa, termasuk 8.800 anak usia PAUD.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan partisipasi pendidikan sejak usia dini serta memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan smart board di sekolah-sekolah.
Di bidang kesehatan, angka harapan hidup masyarakat Kendari terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 75,47 tahun pada 2025.
“Capaian ini didukung oleh ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai, mulai dari 16 rumah sakit, 37 klinik, hingga 15 puskesmas dengan total lebih dari 5.000 tenaga medis,” ungkapnya.
Selain itu, program cek kesehatan gratis telah menjangkau 258 ribu jiwa atau 70,48 persen dari total penduduk, melampaui rata-rata nasional. Cakupan kepesertaan jaminan kesehatan juga mencapai 99,46 persen, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjamin akses layanan kesehatan masyarakat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang bertukar pengalaman antar daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif. Sinergi antara kekuatan ekonomi dan peningkatan kualitas layanan dasar dinilai menjadi kunci dalam mendorong IPM yang berkelanjutan.
Penulis: Sumarlin


