Penulis : Redaksi

MUNA, MITRANUSANTARA.ID – Sebanyak 96 mahasiswa Program Studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Karya Persada Muna (UKPM) resmi diterjunkan ke berbagai perusahaan dan institusi di Sulawesi Tenggara untuk menjalani program magang industri selama tiga bulan.

Pelepasan mahasiswa dilakukan langsung oleh Rektor UKPM, Prof. Usman Rianse, sebagai bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UKPM Raha, Wa Ode Megasari, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan bahwa program magang ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa K3 sebelum menyelesaikan studi.

“Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga mengaplikasikannya secara langsung di lingkungan kerja yang memiliki beragam tingkat risiko,” katanya.

Megasari bilang, magang industri merupakan bagian dari skema pendidikan yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

“Kami ingin memastikan bahwa ketika mahasiswa lulus sebagai Sarjana K3, mereka benar-benar siap memasuki dunia kerja. Mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga pengalaman praktik dan sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga  Pemkot Sosialisasikan Bahaya Bullying di SDN 19 Kendari

Sebelum diterjunkan ke lokasi magang, seluruh mahasiswa telah mengikuti pelatihan intensif guna memperkuat kompetensi teknis dan pemahaman lapangan. Setelah menyelesaikan masa magang selama tiga bulan, mahasiswa akan melanjutkan penyusunan tugas akhir atau skripsi.

Tidak hanya itu, setelah menjalani yudisium, para calon lulusan juga diwajibkan mengikuti sertifikasi Ahli K3 sebagai tahap akhir sebelum memperoleh gelar sarjana. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan di tengah kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi profesional.

Menurut Wa Ode Megasari, program magang tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara UKPM, LPK ASA, dan Dinas Transmigrasi serta Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Ketiga pihak turut berperan dalam proses pengantaran dan pendampingan mahasiswa selama penempatan di perusahaan mitra.

Mahasiswa magang ditempatkan di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, pertambangan, manufaktur, jasa, kesehatan hingga perhotelan. Seluruh peserta telah diterima oleh perusahaan mitra pada 2 Juni 2026.

Selama menjalani magang, mahasiswa ditargetkan menguasai lima unit kompetensi utama bidang K3. Kompetensi tersebut meliputi pengawasan izin kerja pada pekerjaan berisiko tinggi, pengukuran faktor bahaya di tempat kerja, penerapan manajemen risiko K3, evaluasi kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, hingga investigasi kecelakaan kerja secara sistematis.

Baca Juga  PT Vale Dukung Program Pengembangan Kurikulum Berbasis Lokal di Loeha Raya

“Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami penerapan sistem keselamatan kerja secara nyata, sekaligus membentuk karakter profesional yang disiplin, teliti, objektif, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika kerja,” jelasnya.

Sebaran mahasiswa magang meliputi sejumlah perusahaan dan instansi di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Di Kota Baubau, mahasiswa ditempatkan di Matahari Putra Prima Hypermart, PLN UP3 Baubau, dan PLTMG MW Baubau. Sementara di Kabupaten Bombana, mereka menjalani magang di PT Tiran, PT Jhonlin, dan PT PAG.

Selain itu, mahasiswa juga ditempatkan di PT Merbaujaya Indahraya di Kabupaten Konawe Selatan, PT Satria Jaya Sultra dan Hotel Sultan Raja di Kabupaten Kolaka, serta sejumlah perusahaan dan institusi di Kota Kendari seperti PT Janeeta Fariz Samudera, Hotel Qubah 9, Maxcel, CV Mario, PT KBS, RS Aliya, dan PDAM Kota Kendari.

Di tengah meningkatnya perhatian industri terhadap budaya keselamatan kerja, program magang yang dijalankan UKPM dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga  Pemkot Kendari dan KPK Perkuat Sinergi Cegah Korupsi, Dorong Peningkatan Kepatuhan MCSP 2025

“Melalui pengalaman lapangan yang terstruktur dan dukungan sertifikasi profesi, UKPM berharap dapat melahirkan lulusan K3 yang tidak hanya siap menyandang gelar sarjana, tetapi juga siap berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di berbagai sektor industri,” pungkas Megasari.

Laporan: Novrizal R Topa

Visited 10 times, 10 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow