Penulis : Redaksi

MUNA, MITRANUSANTARA.ID – Komunitas Wuna Kreatif menggelar kegiatan Ramadhan BerSeri Wuna Kreatif dengan mengusung tema “UMKM Muna Kreatif, BerSeri Menuju UMKM Go Global.” Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, serta para pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Muna. Sabtu (14/3/2026).

Ketua Wuna Kreatif, Wa Nurkhayran dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya komunitas untuk menghadirkan ruang pembelajaran, kolaborasi, serta penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM di daerah.

“UMKM merupakan salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan agar UMKM kita mampu berkembang, berdaya saing, dan menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini para pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh wawasan baru, motivasi, serta peluang kolaborasi dalam meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan memanfaatkan berbagai akses pembiayaan yang tersedia.

Wa Nurkhayran bilang, melalui semangat Ramadhan BerSeri Wuna Kreatif, para pelaku UMKM diharapkan semakin optimistis untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan usaha demi membawa produk lokal Muna ke panggung yang lebih luas.

Lebih jauh ia mengetengahkan, dengan sinergi yang terbangun, UMKM di Kabupaten Muna diharapkan tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan global.

Baca Juga  Ramadan BerSeri Wuna Kreatif Siap Semarakkan Muna, Perkuat UMKM Menuju Pasar Global

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, lembaga keuangan, serta para pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat,” pungkas Wa Nurkhayran yang akrab disapa Maret.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang memberikan perspektif strategis dalam pengembangan UMKM dari sisi pembinaan, promosi, industri kreatif, hingga akses pembiayaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muna, Hajar Sosi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

“Pemerintah daerah berkomitmen mendorong UMKM agar semakin kuat dari sisi manajemen usaha, legalitas, hingga sertifikasi produk. Melalui pendampingan NIB, PIRT, halal, dan HAKI, kami ingin memastikan produk UMKM Muna memiliki standar yang siap bersaing di pasar nasional bahkan global,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi usaha juga menjadi langkah penting yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, terutama dalam memperluas pemasaran melalui marketplace dan berbagai platform digital.

Selain itu, penguatan koperasi dan komunitas UMKM juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem usaha yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, LM Masrul, menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

Ia menjelaskan bahwa destinasi wisata dapat menjadi ruang promosi sekaligus pasar bagi berbagai produk lokal, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan daerah.

Baca Juga  Pemkot Kendari dan Pemprov Sultra Bersinergi Tangani Banjir di Wilayah Eks MTQ

“Destinasi wisata harus menjadi etalase bagi produk UMKM kita. Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga membawa pulang kuliner khas dan kerajinan lokal sebagai bagian dari identitas daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai event pariwisata dan festival daerah juga akan terus dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan produk UMKM Muna kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dari sektor industri dan perdagangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna melalui Kepala Bidang Kerjasama, Pengawasan , dan Promosi Investasi Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perdagin Kab.Muna, Zulfakar, S.E menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kualitas produk, desain, dan kemasan harus terus ditingkatkan. Jika ingin masuk pasar nasional bahkan ekspor, maka standarisasi produk menjadi hal yang sangat penting,” kata Zulfakar.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya membuka akses pasar bagi pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan pameran, promosi dagang, serta mendorong produk lokal agar dapat masuk ke jaringan ritel modern.

Selain itu, pelaku UMKM juga didorong untuk terus melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah serta mampu mengikuti perkembangan tren pasar.

Penguatan produk kerajinan lokal juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Muna. Salah satu pelaku UMKM yang hadir, Sitti Erni, pemilik Annisa Tenun desa Masalili menyampaikan bahwa kerajinan daerah memiliki potensi besar untuk menjadi identitas sekaligus daya saing daerah.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Bahas Percepatan Bantuan Dana Hibah Pascabencana dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB

“Kami terus mendorong para perajin untuk berinovasi dalam desain tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal. Kerajinan khas Muna khususnya tenunan, harus menjadi identitas daerah yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujarnya.

Ia juga berharap bahwa komitmen pemerintah dan investor dibutuhkan dalam memberikan perhatian terhadap pelaku UMKM perempuan yang banyak bergerak di sektor kerajinan dan ekonomi kreatif termasuk tenunan.

“Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan UMKM, khususnya dalam sektor kerajinan tenunan. Karena itu pembinaan dan pendampingan harus terus dilakukan agar semakin berkembang,” tambahnya.

Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga datang dari sektor perbankan. Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Muna, Mohamad Yasin menegaskan komitmen perbankan syariah dalam memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan layanan digital banking agar pengelolaan usaha menjadi lebih efektif dan modern.

“BSI hadir untuk mendukung pelaku UMKM agar dapat berkembang melalui pembiayaan syariah yang mudah diakses. Selain modal usaha, kami juga memberikan edukasi keuangan dan pendampingan agar pelaku usaha menjadi lebih bankable,” jelasnya.

Laporan: Novrizal

Visited 7 times, 7 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow