Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni dengan meresmikan Unit Pengelola Darah (UPD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Peresmian yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran itu merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat pelayanan transfusi darah, terutama bagi pasien dalam kondisi darurat, ibu melahirkan, hingga pasien yang membutuhkan tindakan operasi.

Wali Kota Siska Karina Imran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga pembangunan Unit Pengelola Darah dapat terwujud. Menurutnya, kebutuhan darah merupakan layanan yang tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa pasien.

“Kehadiran Unit Pengelola Darah ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam penyediaan darah yang aman, berkualitas, dan mudah diakses oleh masyarakat sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan UPD yang dimulai sejak 2025 merupakan investasi jangka panjang Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Tidak hanya menjadi pusat pelayanan transfusi darah, fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan penggerak budaya donor darah sukarela di Kota Kendari.

Baca Juga  BPR Kota Kendari Sumbang Dividen Rp2 Miliar, Pemkot Siapkan Tambahan Modal

Karena itu, Siska mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, PMI, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, institusi pendidikan hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan stok darah agar kebutuhan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi setiap saat.

Selain meresmikan UPD, Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk terus melengkapi berbagai fasilitas kesehatan di RSUD Kota Kendari. Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada pengadaan alat kesehatan, tetapi juga peningkatan infrastruktur rumah sakit berdasarkan kebutuhan dokter dan masyarakat.

Ia mengungkapkan, selama ini masih terdapat ribuan pasien yang belum dapat dilayani secara maksimal akibat keterbatasan kapasitas rumah sakit.

“Data internal menunjukkan setiap tahun hampir 8.000 hingga 9.000 pasien terpaksa kami tolak. Ini menjadi tantangan besar yang harus segera kita selesaikan. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan, mulai dari rehabilitasi gedung, penambahan ruang rawat inap hingga melengkapi fasilitas medis sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Wali kota juga mengajak seluruh rumah sakit di Sulawesi Tenggara untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sehingga masyarakat tidak lagi harus dirujuk keluar daerah hanya karena keterbatasan fasilitas.

Baca Juga  19 Titik Bencana Terjadi di Kendari, Didominasi Banjir

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kota Kendari drg. Fauziah menjelaskan pembangunan Unit Pengelola Darah merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Pembangunan fasilitas tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp8,77 miliar. Gedung UPD dibangun dua lantai dengan luas sekitar 630 meter persegi, dilengkapi satu unit mobil operasional serta berbagai peralatan kesehatan modern untuk mendukung pelayanan transfusi darah.

Selain sarana dan prasarana, RSUD Kota Kendari juga telah memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang terdiri atas satu dokter spesialis patologi klinik, empat dokter umum, satu tenaga transfusi darah, dua perawat, serta 22 tenaga teknologi laboratorium medik.

Tak hanya itu, UPD RSUD Kota Kendari juga didukung aplikasi Sistem Informasi Donor Darah Kota Kendari (Si DORI) yang menjadi basis data donor darah untuk mempermudah pelayanan dan pemantauan ketersediaan darah di wilayah Kota Kendari.

“Layanan Unit Pengelola Darah siap beroperasi penuh setelah mendapatkan fasilitasi hasil kredensial dari BPJS Kesehatan. Kami berharap keberadaan UPD ini dapat mempercepat akses pelayanan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Fauziah.

Baca Juga  Kendari Matangkan Raker Komwil VI APEKSI, Fokus Kolaborasi Atasi Sampah Perkotaan

Peresmian Unit Pengelola Darah ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kendari yang diserahkan kepada Plt Direktur RSUD Kota Kendari. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita, peninjauan gedung UPD, melihat langsung kegiatan donor darah yang dilakukan pegawai RSUD, serta penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya fasilitas tersebut.

Penulis: Sumarlin

Visited 95 times, 95 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow