MUNA, MITRANUSANTARA.ID – Universitas Karya Persada Muna (UKPM) terus memperkuat kualitas lulusannya melalui pengembangan kompetensi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Diklat Dasar K3 Maritim Angkatan I, yang pelaksanaannya dibagi dalam dua gelombang, yakni tanggal 9–10 Juli dan 13–14 Juli 2026, dan diikuti sebanyak 61 mahasiswa Semester IV Program Studi K3 di KP MTC. Senin (13/7/2026).
Pemateri utama kegiatan ini, Capt. Yan Zakri Tandjung, M.Si., menyampaikan bahwa hal ini sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja, khususnya di sektor kemaritiman.
Capt. Yan Zakri Tandjung, menerangkan, selama dua hari pelatihan, peserta memperoleh materi secara komprehensif, mulai dari dasar hukum K3 berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), investigasi kecelakaan kerja, hingga praktik tanggap darurat, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), simulasi evakuasi kebakaran, serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
“Sebelum dan sesudah pelatihan, seluruh peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan kompetensi mereka,” ujar Capt. Yan Zakri Tandjung.
Capt. Yan Zakri Tandjung, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas di sektor maritim yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Keselamatan bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi harus menjadi budaya dan karakter setiap insan maritim. Dunia kerja membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengenali bahaya, mengendalikan risiko, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat. Karena itu, pembelajaran seperti ini menjadi bekal yang sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Albert, M.Kes., menyampaikan bahwa kompetensi K3 merupakan investasi jangka panjang bagi mahasiswa untuk menghadapi tuntutan dunia industri yang semakin mengedepankan budaya keselamatan kerja.
“Seorang lulusan K3 tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik. Pelatihan ini menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kami berharap seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan yang membangun budaya keselamatan di mana pun mereka bekerja,” katanya.
Dr. Albert bilang, melalui Diklat Dasar K3 Maritim Angkatan I ini, Universitas Karya Persada Muna kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki keterampilan teknis, berbudaya keselamatan, serta siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional.
“Selain penyampaian materi di kelas, pelatihan juga diisi dengan simulasi penggunaan APAR, latihan evakuasi keadaan darurat, serta praktik penanganan korban kecelakaan. Pendekatan berbasis praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi di lingkungan kerja maritim,” imbuh Dr. Albert.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pemateri juga menyampaikan harapan agar seluruh peserta tidak hanya memperoleh sertifikat pelatihan, tetapi benar-benar memiliki kompetensi yang dapat diterapkan dalam dunia kerja. Mereka berharap setiap peserta memahami dan menghafal prosedur tanggap darurat maritim, khususnya fire fighting dan first aid, sehingga mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
Selain itu, para mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran kolektif bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab seluruh pekerja, bukan hanya petugas K3. Peserta juga didorong agar mampu melakukan analisis risiko secara mandiri sebelum memulai setiap pekerjaan di bidang maritim, sehingga potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini.
Lebih jauh, para pemateri berharap diklat ini menjadi awal terbentuknya jejaring komunikasi antarmahasiswa untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam penerapan K3 di lapangan. Sertifikat yang diperoleh pun diharapkan menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan kepercayaan diri, kompetensi profesional, sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas di sektor kemaritiman maupun industri lainnya.
Laporan: Novrizal R Topa



