KONAWE, MITRANUSANTARA.ID – UPTD Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui sebuah terobosan berbasis digital, UPTD Peralatan resmi menghadirkan Si Albert (Sistem Informasi dan Promosi Alat Berat), sebuah website layanan yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi hingga melakukan pemesanan alat berat milik pemerintah secara daring.
Inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus datang langsung ke kantor UPTD Peralatan hanya untuk mengetahui ketersediaan alat berat maupun prosedur penyewaan. Kini, seluruh informasi dapat diakses kapan saja melalui telepon genggam maupun komputer.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Konawe, Robin Hermansyah, S.Si., M.M., menyampaikan bahwa digitalisasi pelayanan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Hadirnya Si Albert menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor pelayanan publik terus bergerak maju. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan alat berat pemerintah, tetapi juga meningkatkan efektivitas pengelolaan aset daerah, mendorong keterbukaan informasi publik, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa pemanfaatan alat berat milik Pemerintah Kabupaten Konawe,” ujar Robin Hermansyah.
Sementara itu, Kepala UPTD Peralatan Dinas PUPR Konawe, Andri Mustari, S.T., menjelaskan bahwa ide pengembangan Si Albert berangkat dari belum adanya sistem pelayanan berbasis digital di lingkungan UPTD Peralatan. Akibatnya, masyarakat maupun rekanan harus datang langsung ke kantor hanya untuk memperoleh informasi mengenai jenis alat, ketersediaan unit, maupun tata cara pemesanan.
“Dengan hadirnya Si Albert, masyarakat kini cukup membuka website melalui ponsel untuk mengetahui layanan yang tersedia tanpa harus datang ke kantor. Ini menjadi langkah awal digitalisasi pelayanan di UPTD Peralatan,” ujarnya.
Inovasi tersebut mulai dikembangkan setelah hadirnya CPNS Formasi Tahun 2024 yang mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe.
Lebih lanjut Andri Mustari mengetengahkan, melalui website Si Albert, masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai alat berat yang tersedia, jenis dan spesifikasinya, prosedur pemesanan, hingga memperoleh layanan konsultasi secara lebih mudah.
“Kehadiran platform ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterbukaan informasi publik serta mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat maupun pihak ketiga yang membutuhkan jasa alat berat pemerintah,” imbuhnya.
Andri Mustari bilang, saat ini UPTD Peralatan Dinas PUPR Kabupaten Konawe memiliki 10 unit alat berat dengan berbagai tipe dan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan. Seluruh unit tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Konawe dan belum mencakup alat berat milik perusahaan swasta.
Andri Mustari menerangkan, bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan cukup membuka website resmi UPTD Peralatan, memilih jenis alat berat yang dibutuhkan, mengisi formulir pemesanan secara online, kemudian menunggu konfirmasi dari petugas administrasi. Setelah permohonan diverifikasi, admin akan menghubungi pemohon untuk proses pelayanan selanjutnya.
“Selain menyediakan layanan pemesanan, website ini juga dilengkapi dengan informasi kontak petugas, layanan pengaduan masyarakat, lokasi kantor UPTD melalui Google Maps, serta berbagai informasi pendukung lainnya yang memudahkan pengguna memperoleh layanan secara cepat dan transparan,” kata Andri Mustari kepada mitranusantara.id, Senin (13/7/2026).
Andri Mustari berharap, ke depan, Si Albert tidak hanya berhenti sebagai website pelayanan. UPTD Peralatan Dinas PUPR Konawe juga berencana mengembangkan platform tersebut menjadi aplikasi berbasis Android sehingga akses layanan menjadi semakin praktis, responsif, dan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Laporan: Novrizal R Topa



