KENDARI, MITRANUSANTARA.ID — Perguruan Takahsi Karate-do atau Seni Bela Diri Tangan Kosong (TAKO) Sulawesi Tenggara menggelar Turnamen Antar Ranting 2026 yang diikuti 352 karateka dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Ketua TAKO Sultra, Dr. Hartawan, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi semangat dan soliditas jajaran pengurus, pelatih, karateka, serta orang tua yang mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.
“Sepintas event ini skala kecil, tetapi bisa terlaksana karena kegigihan para pelatih, orang tua karateka, karateka, pembina, serta pihak-pihak yang peduli terhadap pembinaan cabang olahraga karate,” kata Hartawan, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Hartawan, turnamen antar ranting tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan evaluasi kemampuan para karateka.
Ia optimistis turnamen TAKO ke depan dapat berkembang menjadi salah satu ajang strategis untuk mengukur kualitas dan kemampuan para karateka di Sulawesi Tenggara.
“Para wasit yang memimpin pertandingan agar menjadi hakim yang menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai kejujuran,” ujarnya.
Turnamen TAKO Sultra 2026 mempertandingkan 50 nomor pertandingan, meliputi kategori open, festival, dan kumite. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini atau tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Selain peserta dari perguruan TAKO, Perguruan Goju Ass turut ambil bagian sebagai tim uji coba dengan menampilkan sejumlah karateka binaannya.
Sensei Rasyid mengatakan, kesempatan bertanding sangat penting bagi perkembangan mental dan kemampuan para karateka muda.
“Anak-anak membutuhkan event bertanding untuk mengasah bakat dan kemampuan mereka. Kalau latihan terus-menerus tanpa event, semangat latihan anak-anak bisa menurun,” kata Rasyid.
Sementara itu, salah seorang orang tua karateka, Heriyanto, mengaku bangga melihat antusiasme dan semangat anak-anak mengikuti pertandingan.
“Luar biasa semangat anak-anak dalam bertanding. Meskipun tidak memperebutkan hadiah, anak-anak menunjukkan semangat juang yang tinggi,” ujarnya.
Pelatih Perguruan Goju Ass, Haikal, juga mengapresiasi pelaksanaan turnamen TAKO Sultra 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi karateka dari berbagai ranting untuk bertemu, berkompetisi, sekaligus mengukur kemampuan hasil latihan.
“Turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi karateka di Sulawesi Tenggara sekaligus memperkuat silaturahmi antarpengurus, pelatih, karateka, dan orang tua,” ujar Haikal.





