Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Produk lokal Kota Kendari mulai diarahkan untuk tidak sekadar dikenal sebagai produk khas daerah, tetapi memiliki identitas dagang yang kuat dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Melalui program akselerasi merek kolektif, Pemerintah Kota Kendari mendorong setiap kelurahan mengangkat potensi unggulannya menjadi brand yang terlindungi secara hukum sekaligus memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan mengatakan, gagasan tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Akselerasi Merek Kolektif bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Senin (14/9/2026).

Menurut Sekda, merek kolektif menjadi instrumen penting bagi koperasi, kelompok usaha maupun badan hukum untuk menggunakan satu identitas dagang secara bersama. Landasannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis beserta perubahannya.

“Landasan hukum inilah yang memayungi setiap langkah yang akan kita kerjakan bersama,” ujar Amir.

Baca Juga  Tancap Gas! Pemkot Kendari Targetkan RPJMD Rampung Sebelum Agustus 2025

Bagi Kendari, langkah tersebut menjadi penting karena kota ini memiliki beragam produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas budaya masyarakat.

Salah satu yang paling menonjol adalah perak Kendari atau Kendari Werk. Kerajinan perak dengan teknik filigree itu telah dikenal sejak masa kolonial dan menjadi salah satu warisan kerajinan khas daerah.

Potensi lain datang dari kain tenun bermotif Tolaki yang memiliki corak, filosofi dan nilai budaya yang berkaitan dengan doa serta warisan leluhur masyarakat setempat.

Di sektor pangan, kacang mete khas Kendari juga dinilai memiliki peluang besar. Produk tersebut telah dikenal hingga pasar internasional sehingga penguatan identitas dan perlindungan merek dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.

Daftar potensi itu masih panjang. Kendari memiliki anyaman sorume dan nentu, kuliner sinonggi, bagea, kue karasi, abon ikan marlin, terasi udang hingga topi boru khas Tolaki dari Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu.

Beragam produk tersebut selama ini tumbuh dari keterampilan masyarakat dan kekayaan sumber daya lokal. Tantangannya bukan hanya bagaimana membuat produk, tetapi bagaimana menjadikannya memiliki identitas yang kuat, terlindungi dan mampu bersaing di luar daerah.

Baca Juga  Kapal Plastic Odyssey Bersandar di Kendari: Memerangi Polusi Plastik dengan Inovasi

Karena itu, Pemkot Kendari mengusung gagasan “Satu Kelurahan Satu Potensi Brand”. Amir menegaskan, konsep tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan.

Setiap kelurahan diharapkan mampu memetakan satu atau lebih potensi yang benar-benar memiliki keunggulan, kemudian dikembangkan secara bersama dan didorong memperoleh perlindungan melalui merek kolektif.

“Kami tidak ingin potensi itu hanya menjadi konsumsi lokal saja. Dengan merek kolektif, produk-produk kelurahan bisa naik kelas, memiliki identitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kendari ini, menilai penguatan brand lokal sejalan dengan arah pembangunan Kota Kendari 2025–2029 yang menempatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari visi pembangunan daerah.

“Pemerintah Kota Kendari berkomitmen mendukung penuh akselerasi pendaftaran merek kolektif. Ini adalah langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum dan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha di tingkat kelurahan,” tegasnya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Tubagus Erif Faturahman,  mengapresiasi langkah Pemkot Kendari tersebut.

Baca Juga  Gerindra Sultra Serahkan Rekomendasi Calon Bupati Konsel dan Kolut

Ia berharap kerja sama pemerintah daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, pelaku usaha dan kelompok masyarakat dapat mempercepat proses identifikasi hingga pendaftaran potensi unggulan daerah sebagai merek kolektif.

Dengan pola tersebut, brand lokal Kendari tidak berhenti pada label produk khas. Merek diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar dan meningkatkan posisi tawar pelaku usaha.

Penulis: Sumarlin

Visited 22 times, 22 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow