Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Penyaluran bantuan beras di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, dilakukan dengan pendekatan berbeda. Selain menerima bantuan pangan, masyarakat penerima juga diajak ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan membawa sampah plastik atau kardus yang memiliki nilai untuk ditimbang.

Program tersebut diterapkan dalam penyaluran Bantuan Pangan (BAPAN) periode Juli-September 2026 yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Lalodati, Selasa (8/9/2026).

Lurah Lalodati, Edi Tawakkal Konggoasa, mengatakan sebanyak 528 kepala keluarga (KK) tercatat sebagai penerima bantuan untuk periode tersebut. Setiap penerima mendapatkan tiga karung beras atau sebanyak 30 Kg.

“Alhamdulillah, secara resmi penyaluran BAPAN periode Juli-September 2026. Jumlah penerima di Kelurahan Lalodati sebanyak 528 KK, dengan bantuan beras tiga karung per KK,” ujar Edy.

Dengan jumlah penerima tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai 1.584 karung beras.

Namun, sebelum bantuan diterima, warga penerima diwajibkan membawa sampah plastik atau kardus yang masih memiliki nilai untuk ditimbang. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan instruksi Wali Kota Kendari yang mendorong masyarakat agar turut berperan dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.

Baca Juga  Terima Kunjungan BGN, Wali Kota Minta SPPG Patuhi Standar dan Berdayakan Warga Lokal

Menurut Edi, penerapan mekanisme tersebut membuat penyaluran bantuan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Warga juga diarahkan untuk mulai membangun kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Dalam pelaksanaannya, penerima terlebih dahulu menyerahkan sampah plastik atau kardus untuk ditimbang. Setelah proses tersebut dilakukan, bantuan beras kemudian diserahkan kepada penerima sesuai ketentuan.

“Penerima menyerahkan sampah plastiknya, kemudian dilanjutkan dengan kami menyerahkan bantuan berasnya sebanyak tiga karung per KK,” jelasnya.

Penyaluran bantuan tersebut turut disaksikan Bhabinkamtibmas, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta para ketua RW di Kelurahan Lalodati. Kehadiran unsur tersebut diharapkan memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan sesuai dengan data penerima.

Bagi masyarakat, skema tersebut memberikan pesan bahwa bantuan pemerintah dapat sekaligus menjadi momentum membangun kepedulian terhadap lingkungan. Sampah yang selama ini kerap dianggap tidak berguna dapat dikumpulkan dan dipilah sebelum diserahkan untuk ditimbang.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi membutuhkan partisipasi warga dari tingkat rumah tangga.

Baca Juga  Meneladani Rasulullah Melalui Peringatan Maulid di Masjid Jannatul Baqi

Penulis: Sumarlin

Visited 54 times, 54 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow