JAKARTA, MITRANUSANTARA.ID – Kontestasi menuju Musyawarah Besar (Mubes) V PPK Kosgoro 1957 mulai memanas jelang pelaksanaan agenda lima tahunan organisasi hasta karya Partai Golkar tersebut pada Juni 2026 mendatang di Jakarta. Sejumlah nama mulai mengemuka dalam bursa calon Ketua Umum, termasuk kader Golkar asal Sulawesi Tenggara, La Ode Safiul Akbar.
Mubes V Kosgoro 1957 diperkirakan akan menjadi arena pertarungan gagasan sekaligus konsolidasi pengaruh di internal organisasi. Dengan munculnya sejumlah figur potensial, persaingan menuju kursi Ketua Umum diprediksi berlangsung dinamis hingga hari pelaksanaan nanti
Safiul menjadi figur pertama yang secara terbuka mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957. Ia membawa gagasan pembaruan organisasi dengan misi mengembalikan marwah Kosgoro sebagai organisasi karya yang dekat dengan kepentingan rakyat dan kader di daerah.
Di sisi lain, petahana Dave Laksono disebut terus melakukan konsolidasi internal untuk mempertahankan dukungan menjelang Mubes. Selama kepemimpinannya, Kosgoro 1957 dinilai aktif memperluas program organisasi serta memperkuat jaringan kader di berbagai wilayah.
Mubes V Kosgoro 1957 sendiri diproyeksikan menjadi momentum penting dalam menentukan arah transformasi organisasi. Selain memilih ketua umum baru, forum tersebut juga akan membahas langkah strategis organisasi dalam mendukung pemerintahan baru serta memperkuat posisi Partai Golkar di tingkat nasional.
Dinamika juga terjadi di tubuh organisasi sayap. Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 diketahui tengah bersiap menggelar musyawarah besar dan aktif membangun komunikasi politik internal. Dalam Muspinas III BMK 1957, sejumlah kader bahkan mengusulkan Agung Laksono sebagai “Bapak Kosgoro
Nama La Ode Safiul Akbar sendiri bukan sosok baru di lingkungan Partai Golkar dan organisasi kepemudaan nasional. Pria berdarah Muna, Sulawesi Tenggara itu saat ini menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan Profesi.
Selain aktif di partai, ia juga dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia.
Perjalanan hidup Safiul terbilang panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Sulawesi Tenggara, ia merantau ke Pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan. Ia sempat menempuh pendidikan di Pondok Modern Gontor sebelum melanjutkan studi hingga meraih gelar sarjana.
Tidak berhenti di dalam negeri, Safiul kemudian melanjutkan pendidikan ke Filipina dan memperoleh gelar MBA dari AGSB Ateneo de Manila University melalui program beasiswa ITSMI.
Karier organisasinya berkembang di Jakarta. Ia pernah aktif sebagai pengurus DPP Partai Golkar pada era kepemimpinan Aburizal Bakrie, serta terlibat di sejumlah organisasi kepemudaan seperti KNPI, AMPI, dan HIPMI.
Di KNPI, Safiul pernah menjabat Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK), sementara di AMPI ia dipercaya sebagai Ketua Kaderisasi. Kiprahnya di HIPMI juga cukup aktif saat organisasi tersebut dipimpin Erwin Aksa dan Oktohariandi.
Pada 2014, Safiul memilih fokus di dunia usaha dan meninggalkan aktivitas politik praktis. Dalam perjalanannya, ia kemudian membangun relasi profesional dengan Bahlil Lahadalia yang saat itu memimpin HIPMI.
Kedekatan keduanya berlanjut hingga Bahlil dipercaya memimpin Partai Golkar dan mengajak Safiul masuk dalam jajaran pengurus DPP partai berlambang beringin ini.
Dalam sebuah kesempatan, Safiul pernah menyampaikan filosofi hidup yang menjadi pegangan dirinya selama merantau dan berkarier di Jakarta.
“Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Saya percaya, seseorang bisa berhasil jika yakin pada kemampuannya sendiri,” ujarnya.
Laporan: Novrizal R Topa


