KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Kendari memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang akan disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan melalui Pelatihan Teknis Pemeriksaan Hewan Kurban Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) yang digelar Dinas Pertanian Kota Kendari dengan melibatkan lintas instansi dan tenaga pemeriksa hewan kurban, Kamis (21/5/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan, aman dikonsumsi, serta sesuai ketentuan syariat Islam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah antisipasi meningkatnya aktivitas pemotongan hewan menjelang Idul Adha.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan pemeriksaan hewan kurban memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan asal hewan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap momentum Idul Adha selalu terjadi peningkatan aktivitas pemotongan hewan di berbagai titik, sehingga diperlukan kesiapan petugas yang memahami tata cara pemeriksaan secara teknis dan profesional.
“Pemeriksaan hewan kurban ini penting untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak. Karena itu petugas harus memiliki pemahaman teknis yang sama terkait tata cara pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah pemotongan,” ujar Imran.
Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik hewan sebelum disembelih, tetapi juga mencakup proses pemotongan, penanganan daging, hingga distribusinya kepada masyarakat.
“Tujuannya agar masyarakat benar-benar mendapatkan daging kurban yang sehat, higienis, dan sesuai syariat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Kendari, Santiwati, selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang akan bertugas melakukan pemeriksaan hewan kurban di lapangan.
Menurutnya, petugas pemeriksa harus memiliki standar pemahaman yang sama agar proses pengawasan di seluruh titik pemotongan hewan kurban dapat berjalan optimal.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM dalam melaksanakan pemeriksaan hewan kurban sesuai prinsip ASUH guna menjamin keamanan dan kelayakan daging kurban yang beredar di masyarakat,” jelasnya.
Selain meningkatkan kompetensi, pelatihan juga menjadi wadah menyamakan persepsi terkait standar operasional pemeriksaan hewan kurban di seluruh wilayah Kota Kendari.
Santiwati menambahkan, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya edukasi kepada panitia kurban dan masyarakat terkait tata cara pemotongan hewan yang sehat dan sesuai ketentuan.
“Petugas nantinya bukan hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar pelaksanaan kurban berjalan baik dan aman,” katanya.
Pelatihan tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari Asosiasi Pemotong Sapi Kota Kendari, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, Persatuan Dokter Hewan Indonesia Provinsi Sultra, penyuluh peternakan Kota Kendari, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo.
Para peserta nantinya akan diterjunkan sebagai petugas pemeriksa di sejumlah titik pemotongan hewan kurban di Kota Kendari selama pelaksanaan Idul Adha 2026.
Penulis: Sumarlin


