Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah. Salah satunya dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari melalui kegiatan Kampanye Anti Kekerasan terhadap Anak yang digelar di SD Negeri 93 Kendari, Kelurahan Kambu.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Tim Penggerak PKK Kota Kendari, hingga Forum Anak Kota Kendari (Fantari).

Plt. Kepala DP3A Kota Kendari, Sasriati, mengatakan kampanye tersebut menjadi bagian dari langkah preventif pemerintah dalam menekan kasus kekerasan terhadap anak yang masih menjadi perhatian serius.

Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak memahami bentuk-bentuk kekerasan serta berani melapor apabila mengalami atau melihat tindakan yang mengarah pada kekerasan.

“Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan terhadap kekerasan, khususnya kekerasan pada anak. Karena itu kami melaksanakan kampanye anti kekerasan dengan melibatkan berbagai pihak agar edukasinya lebih maksimal,” ujarnya.

Baca Juga  153 Pelajar di Kendari Ikuti Seleksi Paskibraka 2025

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri, mengenali perilaku yang mengarah pada kekerasan, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba dan perundungan di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

BNN Kota Kendari turut memberikan edukasi terkait ancaman narkotika terhadap masa depan anak-anak. Sementara Forum Anak Kota Kendari (Fantari) dilibatkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan para siswa melalui pendekatan sesama anak.

DP3A Kota Kendari menilai keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan yang aman dan ramah anak.

Selain memberikan sosialisasi, kegiatan itu juga menjadi ruang interaktif bagi siswa untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Sasriati menegaskan, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Karena itu, pihaknya terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung lingkungan tempat anak beraktivitas.

Baca Juga  Dinas Perikanan Kendari Tebar Ratusan Bibit Ikan di Kali MTQ, Kampanyekan Hidup Bersih

“Anak-anak harus tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka. Edukasi seperti ini penting agar mereka berani berbicara dan memahami hak-haknya sebagai anak,” katanya.

Melalui kampanye tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak semakin meningkat, sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Kota Kendari sebagai kota layak anak.

Visited 11 times, 11 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow