KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari mulai menyiapkan pembangunan tanggul beton di kawasan Sungai Wanggu Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, sebagai langkah penanganan banjir yang selama ini kerap melanda wilayah tersebut. Rencana pembangunan itu disampaikan langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat menyerahkan bantuan bagi warga terdampak banjir, Jumat (15/5/2026).
Di hadapan warga, Wali Kota meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan tanggul dapat segera dilaksanakan. Pemerintah pusat disebut telah memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut.
“Kita sudah dapat dukungan anggaran dari pusat. Dalam waktu cepat kita harus segera bangun tanggul beton itu supaya kalau hujan datang lagi masyarakat tidak takut banjir,” ujar Wali Kota Siska.
Rencana pembangunan tanggul itu menjadi salah satu langkah prioritas pemerintah setelah banjir merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Lepo-Lepo dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah berharap keberadaan tanggul dapat mengurangi risiko luapan air di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir.
Wali Kota menegaskan pembangunan tanggul dilakukan demi kepentingan masyarakat dan keselamatan warga di wilayah terdampak. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat mendukung proses pembangunan yang akan segera dimulai.
“Yang penting masyarakat mendukung dan mengikhlaskan karena ini untuk kepentingan bersama, kepentingan masyarakat dan daerah kita,” katanya.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan banjir di Kota Kendari cukup besar. Bahkan, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) telah turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Lepo-Lepo.
Selain itu, anggota DPR RI asal Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, juga ikut mendampingi peninjauan lapangan bersama pemerintah kota dan pihak kementerian.
“Utusan dari Menteri PU sudah datang meninjau lokasi tadi pagi. Ini akan segera diatensi untuk dibangun,” ungkapnya.
Berdasarkan data pemerintah, banjir di Sulawesi Tenggara terjadi serentak di enam kabupaten dan kota, dengan dampak terbesar berada di Kota Kendari. Di Kelurahan Lepo-Lepo sendiri tercatat sebanyak 153 kepala keluarga atau 616 jiwa terdampak banjir.
Selain membahas rencana pembangunan tanggul, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak goreng kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabanjir.
Wali Kota memastikan pemerintah tidak meninggalkan masyarakat selama proses penanganan bencana berlangsung. Pemerintah kota bersama Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Dinas Sosial hingga relawan disebut terus berada di lokasi untuk membantu warga terdampak.
“Kita semua harus saling menguatkan. Pemerintah akan terus bersama masyarakat dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Pemerintah berharap pembangunan tanggul beton di Lepo-Lepo nantinya dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat saat musim hujan tiba.
Penulis: Sumarlin


