Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Partai NasDem mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Sekolah Legislatif DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin (18/5/2026), konsolidasi partai ditegaskan bukan sekadar agenda internal, melainkan upaya membangun kekuatan politik jangka panjang di Sulawesi Tenggara.

Mengusung tema “Konsolidasi Partai, Menjemput Kemenangan 2029”, kegiatan itu dihadiri Ketua Bappilu DPP Partai NasDem Prananda Surya Paloh bersama pengurus DPP, Ketua DPW NasDem Sultra Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, kepala daerah kader NasDem, serta puluhan legislator partai.

Sedikitnya 122 peserta mengikuti Sekolah Legislatif, terdiri dari 66 anggota DPRD dan kader partai dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Saat ini NasDem juga tercatat memiliki sedikitnya empat kepala daerah kader partai dan sekitar 66 anggota DPRD di Sultra dan satu anggota DPR RI.

Dalam arahannya, Prananda Surya Paloh menegaskan Sulawesi Tenggara memiliki peluang besar menjadi basis kekuatan baru NasDem di kawasan Sulawesi. Ia menyebut kemenangan sejumlah kader NasDem dalam Pilkada sebelumnya menjadi modal penting menghadapi kontestasi politik 2029.

Baca Juga  Kejar 1.200 BSPS di 2026, Wali Kota Kendari Minta Aksi Nyata Tangani Rumah Tak Layak Huni

“Kami berharap Sultra bisa memberikan bonus dua kursi ke depan. Ini bukan mimpi kalau kader tetap solid dan kompak,” ujarnya.

Prananda juga menyoroti pentingnya transformasi partai menjadi lebih modern dengan pendekatan berbasis data dan metodologi ilmiah. Menurutnya, NasDem kini tidak lagi hanya mengandalkan figur sentral, tetapi memperkuat sistem kaderisasi dan pendekatan politik yang lebih terukur.

Ia mencontohkan strategi survei berkala yang dilakukan NasDem dalam Pilkada, termasuk di Kota Kendari. Menurutnya, pendekatan itu terbukti mampu membaca keinginan masyarakat hingga melahirkan kemenangan politik.

Selain konsolidasi struktur, Prananda juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi politik yang efektif menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, kader NasDem harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperkenalkan program dan gagasan partai kepada masyarakat secara kreatif dan lebih dekat dengan generasi muda.

Ia mengingatkan agar kader membangun komunikasi yang positif di ruang digital dan menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Media sosial hari ini menjadi alat kampanye yang sangat kuat. Kader harus kreatif, komunikatif, tapi juga tetap hati-hati dan memahami substansi sebelum menyampaikan sesuatu ke publik,” ujar Prananda.

Baca Juga  Kolaka Belajar Sistem Manajemen Talenta ASN di Kendari

Prananda juga mengingatkan kader agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta kader tidak asal berkomentar terhadap isu-isu yang belum dipahami secara utuh.

“Kalau belum paham substansi masalahnya, lebih baik diam daripada asal bunyi. Karena bisa dipelintir dan menjadi negatif,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prananda juga menegaskan posisi politik NasDem di tingkat nasional. Meski sempat mendapat tawaran masuk kabinet, NasDem memilih berada di luar pemerintahan sambil tetap menjadi mitra strategis pemerintah.

“Indonesia nomor satu, baru NasDem nomor dua,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.

Ketua DPW NasDem Sultra Ali Mazi menyebut Rakerwil dan Sekolah Legislatif menjadi momentum penting memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput. Ia menargetkan seluruh struktur partai sampai tingkat DPRT rampung sebelum akhir tahun.

Ali Mazi juga optimistis kantor baru DPW NasDem Sultra yang sementara dibangun akan menjadi pusat aktivitas politik dan ruang diskusi publik.

“Kita ingin melahirkan gagasan konstruktif dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Timnas Indonesia Naik Peringkat FIFA Usai Menang di AMEC 2024

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menilai partai politik memiliki peran penting dalam pembangunan daerah dan pendidikan politik masyarakat. Ia mengapresiasi langkah NasDem memperkuat kapasitas legislator melalui Sekolah Legislatif.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk partai politik. Ia juga menegaskan visi pembangunan Sultra saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun sebelumnya.

“Partai politik bukan hanya soal kekuasaan atau oposisi, tetapi bagian penting dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah,” katanya.

Rakerwil NasDem Sultra kali ini tak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga ajang menunjukkan kesiapan partai menghadapi pertarungan politik yang diprediksi semakin kompetitif pada Pemilu 2029.

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow